Selasa, 11 Desember 2018, 8:13
Home / NEWS / SAKRALNYA TRADISI UNAN – PUNAN SUKU TENGGER BROMO

SAKRALNYA TRADISI UNAN – PUNAN SUKU TENGGER BROMO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Tradisi Unan – unan kembali digelar warga Suku Tengger Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo di balai desa setempat, Jumat (23/11/2018).

Tradisi yang digelar setiap 5 tahun sekali itu, merupakan tradisi wajib warga Suku Tengger dalam menentukan bulan, tahun, dan penanggalan Tengger.

Tradisi Unan – unan digelar juga sebagai wujud syukur, kepada sang Ilahi atas berkah selama ini dirasakan para warga, yang bermukim di lereng Gunung Bromo.

Berbagai macam sesaji hasil pertanian seperti, bawang daun, kentang dan kobes, serta makanan khas Tengger Bromo disediakan dalam Tradisi Unan – unan.

Sesaji utama dalam Tradisi Unan – unan yakni, adanya kepala kerbau, disertai kaki, kulit dan dagingnya.

Seluruhnya kemudian diarak ke Pura Wiro Tunggal Jati, Desa Ngadisari oleh dukun dan sesepuh desa, diikuti masyarakat dan anak – anak Suku Tengger dimana mereka mengenakan, baju adat khas tengger serba hitam dengan udeng di kepala.

Menurut cerita warga Suku Tengger, Tradisi Unan – Unan dalam bahasa Tengger kuno berarti “Ngunan Wulan Ngelungguhne Taun” yang berarti menetapkan bulan mendudukkan tahun, atau agar bisa ada perhitungan baru dalam perhitungan 5 tahun kedepan.

Perhitungan itu, biasanya digunakan warga Suku Tengger dalam menentukan jadwal bercocok tanam, melaksanakan tanggal dan hari bagus untuk hajatan pernikahan dan selamatan lainnya, serta penentuan hari raya Suku Tengger oleh dukun.

Tokoh adat Suku Tengger, Supoyo mengatakan, Tradisi Unan – Unan merupakan upacara bersih desa atau selamatan desa, agar terhindar dari malapetaka, dan mengharapa keberkahan asal hasil pertanian warga melimpah.

“Selain penentuan penanggalan Tengger, juga menyelameti Desa, agar bersih dari musibah, dan keberkahan datang” ujar Supoyo.

Sementara Camat Sukapura, Yulius Christian mengatakan, melalui digelarnya Tradisi Unan-unan bisa menjadi daya tarik wisatawan ke wilayah Gunung Bromo, utamanya melewati jalur Sukapura sehingga bisa menambah pendapatan para pelaku wisata setempat.

“Semoga Tradisi warga di Kecamatan Sukapura ini, menjadi daya tarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara, dan menjadi berkah bagi semua warga Suku Tengger yang bermukim di Lereng Bromo” harap Yulius.

Selain sebagai ungkapan rasa syukur ke Sahyang Widi atau sang pencipta untuk mendapatkan kebaikan. Tradisi Unan – unan bagi warga Suku Tengger, juga menjadi ajang silaturahmi antar warga desa dengan para sesepuh, tokoh adat serta dukun, dan juga warga dari agama ini. (Zulkiflie)

Check Also

LAKSDA (P) YUHASTIHAR, JELASKAN NAMANYA SAAT LAKUKAN TEMU WARGA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Laksamana Muda Purn TNI AL Yuhastihar yang diberi amanah Partai PDIP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *