Senin, 26 Agustus 2019, 16:13
Home / NEWS / HUKUM / AKAN MENYITA ASET KEJARI BOGOR CIDUK TERSANGKA KORUPSI
Kejari Bogor

AKAN MENYITA ASET KEJARI BOGOR CIDUK TERSANGKA KORUPSI

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Seorang ANS berinisial MH di Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor yang menjadi buronan dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Kota Bogor akhirnya diciduk tim Kejaksaan.

Diduga melakukan korupsi dana Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 senilai Rp 470 juta, MH selaku Ketua Pokja Unit Layanan Pengadaan (ULP) di Sekretariat KPU Kota Bogor akhirnya ditangkap.

Yudi Indra Gunawan selaku Kepala Kejari Kota Bogor menjelaskan penangkapan terhadap yang bersangkutan ketika tim hendak menyita atas tanah dan bangunan milik tersangka di kawasan Gunung Sindur, Kabupaten Bogor pada Kamis (25/07/2019) sekira pukul 14 : 00 WIB.

Kata Yudi “jadi, pas yang bersangkutan lagi di rumah. Tujuan tim datang kerumahnya untuk laksanakan sita atas tanah/bangunan milik tersangka, pas ada yang bersangkutan langsung diciduk,” terangnya saat dikonfirmasi wartawan.

Saat penangkapan tidak ada perlawanan dari tersangka terhadap tim Jaksa, MH lansung di seret ke dalam mobil dinas Avanza hitam bernopol F 1831 A dengan tangan diborgol, tambahnya.

Dengan pengawalan ketat, MH langsung diboyong keruangan penyidik Tindak Pidana Khusus untuk di proses sebelum dijebloskan kerumah tahanan Kejaksaan, “Ya yang bersangkutan di periksa penyidik dulu, selanjutnya dibawa kerumah tahanan,” ucap Yudi.

Tersangka MH

Diinformasikan MH ditetapkan DPO pada 7 Juli 2019 setelah tiga kali tidak memenuhi panggilan penyidik, sedangkan dalam kasus ini ditetapkan 2 tersangka.

Diketahui sebelumnya penyidik telah menjebloskan tersangka Harry Astama (HA) yang merupakan mantan Bendahara KPU Kota Bogor, keduanya termasuk satu rangkaian dalam dugaan kasus yang diduga telah merugikan negara tersebut.

Berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bogor nomor print 2536/O.2.12/F.1/12/2018 tertanggal 10 Desember 2018 keduanya ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukan rangkaian penyidikan oleh tim penyidik Kejari Kota Bogor.

Kedua tersangka diduga terlibat dalam pencairan dana dua proyek fiktif berupa Buletin dan Event Organizer (EO) Debat Publik pada 24 April 2018. (Red/*)

Check Also

DOA BERSAMA RIEKE AJAK SEMUA BERJUANG BAGI RAKYAT PAPUA

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Kerusuhan yang terjadi di Papua akibat Isu Hoax yang