Minggu, 20 Oktober 2019, 0:52
Home / HOTNEWS / AREK SUROBOYO GELAR AKSI KEMARAHAN ATAS SINDIRAN TGUPP KEPADA RISMA
sumber : istimewa

AREK SUROBOYO GELAR AKSI KEMARAHAN ATAS SINDIRAN TGUPP KEPADA RISMA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Polemik ajakan DPRD DKI Jakarta agar Walikota Surabaya Tri Rismaharini masih bergulir. Kasus ini bahkan diduga memasuki ranah hukum setelah Tim Gubernur DKI Jakarta untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Marco Kusumawijaya “menyerang” Risma melalui tweet – nya.

Sebagai pengingat, dalam tweet – nya, Marco menyindir Risma sebagai kandidat potensial untuk menjadi Kepala Dinas Persampahan di Ibu Kota. Tidak hanya itu, ia juga menyindir putra Risma, Fuad Bernardi, yang saat ini sedang diselidiki oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur terkait dengan kasus amblesnya Jalan Gubeng.

Pemerintah Kota Surabaya juga berencana untuk melaporkan tweet Marco kepada petugas penegak hukum. Karena, menurut mereka, tweet itu adalah serangan pribadi terhadap Risma.

Tapi tidak hanya jajaran Pemerintah Kota yang emosional karena tweet Marco, massa yang mengatasnamakan Arek Suroboyo juga melampiaskan kemarahan mereka atas insiden tersebut. Arek Suroboyo bahkan menggelar aksi di depan Gedung Negara Grahadi untuk membela walikota.

Dalam aksinya, kerumunan terlihat membawa sampah yang bertuliskan “Gak Ngurusi Jakarta Gak Patheken” yang berarti “Tidak Merawat Jakarta Bukan Masalah”. Selain itu, ada juga tulisan “Arek Suroboyo Sayang Mak’e” dan “Dikiro Ikhlas Mak’e Dadi Tukang Sampah” yang mereka bawa.

Koordinator aksi, Aryo Seno Bagaskoro, menilai kata-kata Marco sebagai menghina Risma. Ini artinya Marco juga menghina warga Surabaya. Karena itu, mereka juga menuntut permintaan maaf dari Marco.

“Tuntutan kami sementara saudara laki – laki Marco juga harus minta maaf tidak hanya kepada Bu Risma, tetapi juga kepada kami Arek Suroboyo yang merasa tersinggung,” katanya, Selasa (06/08). “Jadi bukan hanya kita yang terganggu, tetapi seluruh Suroboyo arek. Dia harus meminta maaf kepada kita dan menyadari bahwa apa yang dia lakukan itu tidak etis.”

Lebih jauh, dia juga merasa bahwa “serangan” itu tidak pada tempatnya. Sebab, kekhawatiran Risma tentang masalah sampah di Jakarta juga merupakan hasil permintaan dari DPRD.

“Dua yang meminta untuk menyelesaikan masalah sampah di DKI bukanlah kita, kita tidak pernah ingin. Ya, itu bukan patheken,” katanya, yang dikutip oleh Detik News, Rabu (07/08/2019). “Ketika kami telah menjawab bantuannya, Ny. Risma bersedia dan seterusnya, bagaimana bisa dibalas seperti itu tidak sopan.”

“Kami merasa bahwa jika respons semacam itu sudah diperlukan, itu tidak menyedihkan,” tambahnya. “Tidak menjadi Gubernur DKI Jakarta bukan pateken. Masih ada posisi lain yang bisa diisi oleh Ibu Risma.” (Red/*)

Check Also

EMIL BILANG FESTIVAL POP SINGER MANDARIN DAPAT MEMUPUK PERSATUAN DAN KESATUAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak