Senin, 26 Agustus 2019, 16:12
Home / MALANG / MAU TAHU KEGUNAAN SAMPAH LIMBAH PLASTIK INI INOVASI MAHASISWA KKN 49 UMM
Mahasiswa KKN 49 UMM saat memberikan penjelasan.

MAU TAHU KEGUNAAN SAMPAH LIMBAH PLASTIK INI INOVASI MAHASISWA KKN 49 UMM

WAGATABERITA.COM – MALANG. Berbagai masalah timbul di sejumlah daerah di Indonesia menghadapi limbah Plastik yang sulit untuk diurai alamiah sehingga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur berinovasi mengolah limbah plastik tersebut menjadi paving block atau conblock.

Mereka, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 49 Divisi Ekonomi di Desa Kemiri, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang Jawa Timur yang meakukan kegiatan pengolahan plastik tersebut bersama dengan masyarakat dan aparat desa, Jum’at 9 Agustus 2019 malam.

Ketua Divisi Ekonomi KKN 49 UMM, Arief Elfandi mnjelaskan, “Banyaknya limbah sampah plastik yang berserakan di lingkungan Desa Kemiri ini dapat merusak ekosistem lingkungan desa. Itulah alasan utama mahasiswa KKN 49 UMM untuk mencetuskan program unggulan mengolah limbah sampah plastik menjadi sebuah inovasi paving block,” ujar Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMM ini.

Ditambahkan, selain sebagai solusi alternatif pengurai limbah plastik, kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu menjadi sumber tambahan pendapatan masyarakat desa, serta menjadi Badan Usaha Dilik Desa (BUMDES) Kemiri.

Sedangkan Mahasiswa KKN 49 UMM Divisi Ekonomi, Adil Abdul Hakim menambahkan, untuk memproduksi 1 buah paving block, diperlukan 1 kg sampah plastik yang dicampur dengan 1 kg pasir, lalu dicampur oli bekas.

“Masak oli bekas hingga mendidih, kemudian masukkan limbah sampah plastik ke dalam tungku berisi oli panas. Kemudian, jika sudah mencair keseluruhan plastik masukkan pasir lalu aduk hingga menyatu,” ujar Adil Abdul Hakim.

Mahasiswa KKN 49 UMM yang mengikuti kegiatan.

Terakhir campuran plastik dan oli bekas dimasukkan ke dalam cetakan paving block, “Kami sangat senang karena bisa berbagi teknik pengolahan paving blok ini, apalagi kami juga mendapat dukungan antusias dari para Ketua RT dan Ketua RW Desa Kemiri, para perangkat desa Kemiri, pejabat TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terakhir), DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kepanjen Malang, serta dosen pembimbing Ibu Ririn,” papar Adil Abdul Hakim pada siaran persnya Senin (12/08/2019).

Sementara itu, Kepala Desa Kemiri, Wijiati mengatakan, “Saya sangat senang dan berterima dengan adanya ide inovasi pengolahan sampah plastik menjadi paving block ini, yang mana sampah merupakan PR bagi kita semua. Dan saya berharap ke depan sampah ini bisa menjadi sampah berkah atau pun sampah rupiah yang dapat menambah penghasilan bagi masyarakat Desa Kemiri, untuk pemasaranya mungkin nanti akan di bantu oleh BUMDES,” ujarnya. (Red/*)

Check Also

PEMERHATI KESEHATAN YAYASAN ABDIHUSADA UTAMA TELAH BERI PENGOBATAN GRATIS RIBUAN PASIENNYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Sebuah Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya