Minggu, 8 Desember 2019, 18:21
Home / NEWS / HARAP PERSAUDARAAN JATIM DAN PAPUA TERUS TERJAGA KHOFIFAH TANAM POHON MATOA
Gubernur Khofiah saat di Masjid Al - Akbar.

HARAP PERSAUDARAAN JATIM DAN PAPUA TERUS TERJAGA KHOFIFAH TANAM POHON MATOA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pasca terjadinya insiden di Kota Surabaya, dan Malang antara warga Jatim dengan Papua beberapa waktu lalu yang sempat merenggang hubungan membuat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berusaha mempererat dan memperkuat kembali hubungan persaudaraan.

Orang nomor satu di Jatim ini bahkan mengirimkan bantuan logistik ke Papua melalui Kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso – 990, kemarin (31/08), selain itu juga melakukan penanaman bibit tanaman buah Matoa yang merupakan pohon khas Papua, di halaman Edu Park, komplek Masjid Nasional Al – Akbar Surabaya, Minggu (01/09/2019).

Disampaikan Khofifah bahwa tujuan penanaman ini memiliki pesan simbolis, bahwa Jatim dan Papua adalah bersaudara dalam satu bingkai NKRI. Hal ini dibuktikan dengan tumbuh suburnya buah Matoa di Jatim, seperti di Jombang, Kediri, dan Surabaya.

“Pesan kita adalah persaudaraan, bahwa apa yang tumbuh di Papua, kita juga mencoba menanam disini, seperti Matoa, dan ternyata tumbuh dengan subur berbuah lebat. Mudah – mudahan persaudaraan kita juga tumbuh subur dan baik,” terangnya.

Kemarin saat ada kegiatan di Kediri, dirinya melihat pohon khas Papua itu berbuah dengan sangat lebat, “Saya akhirnya terinspirasi menanam pohon Matoa disini, tapi karena waktunya sangat pendek, saya minta tolong untuk dicarikan di Surabaya. Alhamdulillah dapat. Hari ini, kita juga berbagi buah ini, karena belum semua mengetahui seperti apa pohonnya, bentuk buahnya serta rasanya,” ujar Gubernur wanita pertama di Jatim ini.

Selain menanam bibit Matoa, wanita yang pernah menjabat sebagai Menteri Sosial RI ini juga melepas peserta Jalan Sehat Bersholawat dalam rangka memperingati Tahun Baru 1 Muharram 1441 H di halaman luar Masjid Al – Akbar Surabaya.

Gubernur Khofifah saat menanam Pohon Matoa Khas Papua di Halaman Masjid Al – Akbar Surabaya.

Dalam sambutannya Ketua Umum PP Muslimat NU ini menyampaikan, “Tahun baru hijriyah merupakan penanda perjuangan Rosulullah untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia. Nuansa Tahun Baru Hijriyah ini sangat scientific, ketika kita memperingati perjuangan Rasulullah SAW sampai hijrah dari Makkah ke Yastrib yang kemudian dikenal dengan kota Madinah sesungguhnya referensi penting bagi kita khususnya warga bangsa Indononesia yang sangat beragam seperti keberagaman warga kota Madinah tetapi dapat hidup rukun harmoni,” pungkasnya.

Turut hadir pada kegiatan ini Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, para tokoh agama, diantaranya DR. KH. Marzuki Mustamar Ketua PWNU Jawa Timur, KH. Abdushomad Ketua MUI Jawa Timur, KH Muzakky Al Hafidz, dan Prof Dr KH Ridwan Nasir, para kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, para pimpinan dan pengurus Masjid Al – Akbar Surabaya, para wartawan dari berbagai media, serta puluhan ribu peserta jalan sehat bersholawat. (Red)

Check Also

PERINGATAN HDI KEMEN PPPA TEKANKAN ANAK DISABILITAS PUNYA HAK PERAWATAN DAN PENGASUHAN YANG BAIK

WAGATABERITA.COM – BANDUNG. Deputi Perlindungan Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan