Minggu, 22 September 2019, 7:24
Home / BATU / KONSENTRASI PENINGKATAN IPM DIHARAP TURUNKAN ANGKA KEMISKINAN DAN STUNTING DI DESA
Khofifah saat memberikan sambutan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) tahun 2019.

KONSENTRASI PENINGKATAN IPM DIHARAP TURUNKAN ANGKA KEMISKINAN DAN STUNTING DI DESA

WAGATABERITA.COM – BATU. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) tahun 2019 yang dilaksanakan di Klub Bunga Hotel and Resort, Kota Batu, Selasa (03/09/2019).

Meningkatkan indeks pembangunan manusia (IPM) menjadi konsentrasi Pemprov Jatim dalam pembangunan masyarakat di desa melalui penurunan angka kemiskinan serta menurunkan Stunting di Jatim, “Jika SDM kita unggul, masyarakat berdaya maka Jawa Timur akan berkemajuan. Maka intervensi pembangunan di pedesaan di Jatim harus fokus terutama untuk menurunkan kemiskinan dan stunting,” ujarnya.

Walikota dan Bupati se Jatim pun kita harapkan bisa mengkoordinasikan agar dana desa dialokasikan 10 % untuk program pengentasan kemiskinan di desa. Sementara untuk menurunkan stunting diharapkan dapat memaksimalkan koordinasi dengan bidan desa dan PKK.

Diketahui kemiskinan di Jatim per maret 2019 adalah 10,37 %; kemiskinan di kota sebesar 6,84 % sementara di desa berada pada angka 14, 43 % angka tersebut merupakan kemiskinan pedesaan tertinggi di Indonesia.

Gubernur Khofifah menyampaikan pentingnya sebuah koneksitas digital sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan produktifitas masing – masing desa sesuai dengan keunggulan yang dimiliki contohnya para pendamping profesional di desa tidak hanya berperan sebagai pendamping tetapi juga bisa membantu meningkatkan perekonomian desa melalui pemasaran komoditas lokal ke wilayah lain dengan memanfaatkan koneksitas digital.

Foto bersama saat Rapat Koordinasi (Rakor) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) tahun 2019.

Hal kedua yang juga menjadi perhatiannya adalah tingginya Stunting di Jatim yang jumlahnya berada pada kisaran 32,81% dibanding dengan rata – rata nasional sebesar 30,8 %, termasuk diatas rata – rata nasional sehingga memerlukan penanganan khusus dan serius.

Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah meminta terjalinnya sinergitas yang utuh antara kepala desa, pendamping profesional, tenaga ahli , bidan desa hingga para anggota PKK, “Melalui perbaikan dua hal tersebut, diharapkan bisa menciptakan IPM yang membaik dan SDM yang makin berdaya saing,” ujarnya.

Hadir dalam Rakor tersebut, Walikota Batu Dewanti Rumpoko, Kepala Dinas Pemberdayan Desa Provinsi Jatim Ir. Mohammad Yasi, serta ratusan Kepala Desa (Kades) se Jatim, Pendamping Professional Desa, dan Tenaga Ahli dari berbagai wilayah di Jawa Timur. (Red)

Check Also

KEBAKARAN DI LOKASI INI BUAT PMK HARUS DATANG DUA KALI PADAMKAN API

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kebakaran terjadi pada sebuah kedai makan Jl. Medokan Ayu Rungkut Surabaya pagi …