Minggu, 20 Oktober 2019, 1:04
Home / BALI / SUARA ANAK PERLU DIDENGAR DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KEBUTUHAN ANAK
Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Pribudiarta.

SUARA ANAK PERLU DIDENGAR DALAM PERENCANAAN PEMBANGUNAN KEBUTUHAN ANAK

WAGATABERITA.COM – BALI. Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Subandi Sardjoko menjadi pemateri pada kegiatan Bimbingan Teknis Partisipasi Anak dalam Perencanaan Pembangunan (PAPP) di Provinsi Bali.

Diketahui Data Bappenas dan UNICED Tahun 2017 menunjukkan 14 % anak hidup di bawah garis kemiskinan, dan 33,7 % anak belum dapat menunjukkan akta kelahiran (Susenas, 2016). Tidak hanya itu, unsur partisipasi anak juga masih sangat rendah yakni 51,29 berdasarkan Indeks Komposit Kesejahteraan Anak, 2016, sehingga ikut menyumbang angka kesejahteraan anak yang belum maksimal.

“Pada waktu membuat design perencanaan pembangunan, suara anak juga harus ada. Dalam konteks perencanaan, sebagai motor penggerak adalah pemerintah. Tapi belum tentu yang dilakukan pemerintah itu betul, sudah sesuai nggak sih dengan kebutuhan anak. Sehingga penting suara anak juga didengarkan,” ujar Subandi.

Sepakat Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) Pribudiarta menjelaskan, “Perencanaan pembangunan nasional itu disusun dari tingkat Desa, sampai ke tingkat Kabupaten, Provinsi, baru ke tingkat Nasional. Forum anak bisa masuk sebenarnya di situ, melalui forum – forum di tingkat desa. Tapi supaya suara mereka bisa didengar, mereka harus bangun kekuatan mulai dari lingkungan per groupnya dan mendorong semua temannya agar mampu berpartisipasi,” jelas Pribudiarta.

Foto bersama anak – anak Bimtek Bali.

Partisipasi anak merupakan salah satu prinsip dasar pelaksanaan Konvensi Hak Anak dan keterwakilan anak dalam perencanaan pembangunan, “dalam pemenuhan hak anak dari 27 indikator isu yang paling penting menurut saya adalah isu partisipasi anak. Coba kita bayangkan pada satu keluarga dimana partisipasi anak ada di dalam keluarga itu, saya pikir keluarga itu akan jadi keluarga yang kuat, keluarga yang harmoni,” tambah Pribudiarta.

Diketahui Bimbingan Teknis Partisipasi Anak dalam Perencanaan Pembangunan (PAPP) di gelar Kemen PPPA melalui Asisten Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak dalam Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak di Provinsi Bali untuk memperkuat kapasitas Forum Anak dalam rangka terlibat dalam perencanaan pembangunan di daerahnya. Kegiatan melibatkan perwakilan Forum Anak dari 27 Provinsi, Minggu (15/09/2019).

Sebelumnya menerima materi, pagi harinya peserta melakukan kegiatan Aksi Peduli Lingkungan (APL) dengan bersih-bersih sampah di pinggir pantai Kuta, Bali. Kegiatan ini sebagai bentuk komitmen Forum Anak dalam mendukung pembangunan lingkungan yang berkelanjutan dan mendukung World’s Clean Up Day. (Red)

Check Also

WAGATABERITA.COM – SUMEDANG. Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Sumedang