Selasa, 19 November 2019, 17:09
Home / EKONOMI / BISNIS / PAMERAN SIJF KHOFIFAH DORONG INDUSTRI PERHIASAN JATIM JADI DESTINASI WISATA
Pemotongan pita pembukaan Pameran SIJF oleh Gubernur Jawa Timur khofifah Indar Parawansa

PAMERAN SIJF KHOFIFAH DORONG INDUSTRI PERHIASAN JATIM JADI DESTINASI WISATA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa resmikan pembukaan pameran emas dan perhiasan terbesar ‘Surabaya International Jewellery Fair 2019’ (SIJF) yang digelar untuk ke – 24 kalinya di Surabaya dan diadakan di Shangri – La Hotel dalam rangka memperingati HUT Provinsi Jatim ke – 74, Kamis (17/10/2019).

Khofifah mengungkapkan industri perhiasan Jatim Semester I tahun 2019 berkontribusi sekitar 49,65% terhadap produksi nasional didukung oleh 32 unit industri skala besar dan menengah dan 513 unit industri skala kecil, “Tentunya industri perhiasan Jatim tidak hanya memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi termasuk PDRB, tapi ini juga akan menjadi referensi dunia terhadap industri emas dan perhiasan, apalagi saat ini Indonesia ada di peringkat sembilan industri perhiasan dunia. Kami harap ini menjadi daya dorong dan daya ungkit perekonomian kita,” katanya.

Orang nomor satu di Jatim ini pun mendorong agar industri perhiasan menjadi destinasi wisata dimana wisatawan bisa berkunjung ke tempat pengolahan melihat proses cutting sekaligus mendapat penjelasan seperti jumlah karat sampai cerita proses pembuatannya.

“Jadi kunjungan ke tempat pemrosesan perhiasan ini bisa dimasukkan dalam katalog paket wisata. Selain itu kita juga bisa mengundang buyer baik dari dalam maupun luar negeri untuk melihat bagaimana uniknya perhiasan kita apalagi yang handmade. Bila hal ini sudah dilakukan, mohon ditingkatkan, diluaskan dan dikembangkan. Tapi jika belum mohon hal ini disiapkan,” katanya.

Gubernur Khofifah mengunjungi salah satu stand Pameran SIJF.

Mengenai besaran bea masuk ekspor perhiasan dari Jatim ke beberapa negara seperti Uni Emirat Arab (UEA), dari Jatim langsung ke UEA sebesar 5 persen, sedangkan melalui Singapore hanya 2,5 persen, “Ekspor perhiasan Jatim ke UEA sebenarnya cukup siginifikan, hanya bea masuknya masih lebih tinggi daripada lewat Singapore. Padahal UEA memberikan bea masuk kepada Singapore nol persen. Ini menjadi PR kita dimana sangat banyak produk ekspor kita yang tidak bisa langsung ke tempat tujuan karena harus melalui negara transito,” katanya.

Terkait hal ini, dirinya berharap ada fasilitasi baik dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, maupun Kementerian Luar Negeri. Dengan begitu, hal ini akan memberikan signifikansi terhadap peningkatan industri perhiasan terutama emas baik bagi Jatim maupun Nasional. (Red)

Check Also

BBM LANGKA GUBERNUR KHOFIFAH DAN PERTAMINA JAMIN STOK KEBUTUHAN AMAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa lakukan rapat