Senin, 27 Januari 2020, 20:05
Home / NEWS / TAMBAH WAWASAN WARTAWAN LEMBAGA UKW UPNVY AWALI DENGAN WORKSHOP BEDAH KONSEP KEAMANAN MARITIM
Foto bersama kegiatan Workshop Lembaga Penguji Kompetensi dan Sertifikasi Wartawan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY).

TAMBAH WAWASAN WARTAWAN LEMBAGA UKW UPNVY AWALI DENGAN WORKSHOP BEDAH KONSEP KEAMANAN MARITIM

WAGATABERITA.COM – YOGYAKARTA. Dalam rangka mengkaji Konsep keamanan Maritim dan wawasan kebangsaan, Lembaga Penguji Kompetensi dan Sertifikasi Wartawan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY) mengemas sebuah kegiatan dalam bentuk workshop yang menjadi langkah awal pelatihan wartawan di perbatasan pada Juli 2020 mendatang di kampus setempat, Kamis (12/12/2019).

Bersama Staf Ahli Dirjen Informasi dan Penyiaran Publik Kementerian Komunikasi dan Informasi, Basuki Agus Suparno, pengamat Kemaritiman yang juga Dosen Hubungan Internasional UPNVY, Nicolaus Loy menjelaskan keamanan maritim dapat dimaknai sebagai ancaman domain maritim dan bagaimana mengatur aktivitas di ruang maritim.

Tiga perspektif yang bisa dimaknai dalam melihat persoalan keamanan maritim, yakni tradisional, nontradisional dan konstruksivisme. Perspektif tradisional mengkaitkan keamanan maritim dengan kekuatan militer, “studi ini berbicara mengenai keamanan di laut yang tipe ancamannya adalah militer, serangan militer lain, dan objek yang terancam adalah negara,” papar Nicolaus.

Sedangkan menurut Nicolaus, perspektif nontradisional sifatnya lebih susah ditebak, lantaran ancaman keamanan datang dari personal, seperti perompakan, pencurian ikan, perdagangan manusia, degradasi lingkungan maritim, keamanan pelayaran dan lain sebagainya.

Lanjut Nicolaus, “poin ketiga (konstruktivisme), bisa isu apapun, misal wartawan mengangkat isu tertentu kemudian isu tersebut berkembang dan dimaknai masyarakat luas sebagai ancaman maka isu ini akan menjadi isu keamanan maritim,” jelasnya.

Lembaga Penguji Kompetensi dan Sertifikasi Wartawan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta (UPNVY).

Pada kesempatannya Basuki Agus mengungkapkan wawasan kebangsaan mencakup dua hal yakni Identitas bangsa yang dipahami sebagai gotong royong, tolong menolong, toleransi, saling menghormati dan religius sedangkan hal Kesatuan Bangsa antara lain Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), “identitas bangsa ini harus diikat dengan kesatuan bangsa dan keduanya dipengaruhi oleh kepentingan dalam negeri dan luar negeri,” paparnya.

Lanjut Basuki Agus, wartawan di wilayah perbatasan harus memahami masalah Kebangsaan ini sehingga tumbuh kesadaran kebangsaan yang tercermin dalam setiap pemberitaan yang dibuat, “antara media dan Pemerintah seharusnya ada sinergi dalam hal ini,” terangnya.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelatihan wartawan perbatasan terkait isu keamanan maritim dan wawasan kebangsaan, “pelatihan wartawan di Provinsi Kepri yang diinisiasi Lembaga Penguji Kompetensi Wartawan dan Sertifikasi Wartawan UPNVY dan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia bagi para wartawan yang pernah melakukan uji kompetensi melalui UPNVY,” tutup Direktur LPKW Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip UPN Veteran Yogyakarta, Susilastuti DN, M.Si. (Red)

Check Also

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa