Senin, 24 Februari 2020, 21:58
Home / BANTEN / KEMEN PPPA PASTIKAN HAK DAN KEBUTUHAN KORBAN BANJIR PEREMPUAN DAN ANAK TERPENUHI DENGAN EDUKASI
Tim Kemen PPPA saat kunjungi korban banjir Lebak Banten.

KEMEN PPPA PASTIKAN HAK DAN KEBUTUHAN KORBAN BANJIR PEREMPUAN DAN ANAK TERPENUHI DENGAN EDUKASI

WAGATABERITA.COM – BANTEN. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melakukan kegiatan pemberdayaan ekonomi perempuan dilakukan dengan mengadakan pelatihan memasak bagi perempuan korban bencana dan perlindungan anak yang dilakukan dengan menghibur anak – anak korban bencana melalui permainan dan edukasi.

Deputi Kesetaraan Gender Kemen PPPA, Agustina Erni mengatakan, “Menteri Bintang mengamanahkan kami untuk memastikan hak dan kebutuhan perempuan dan anak korban banjir bandang dan tanah longsor di wilayah ini terpenuhi, termasuk melakukan kegiatan pemberdayaan perempuan. Oleh karena itu, setelah Pos Ramah Perempuan dan Anak (PRPA) di Lebak diresmikan Menteri Bintang, hari ini kami mengadakan pelatihan memasak karena melihat potensi para perempuan di pengungsian sangatlah besar, terutama dalam membuat jajanan pasar. Harapannya, ketika sudah kembali ke tempat tinggalnya, mereka memiliki bekal untuk memproduksi dan menjual jajanan pasar agar dapat mandiri dan ikut menopang ekonomi keluarga,” tuturnya.

Pelatihan memasak jajanan pasar ini diadakan di Dodiklatpur III Rindam Siliwangi, Kabupaten Lebak, Banten sejak 21 – 24 Januari 2020 merupakan hasil kerja sama antara Kemen PPPA dengan APJI (Asosiasi Perusahaan Jasa Boga Indonesia), Dinas Koperasi, Dinas PPPA Provinsi dan Kab/Kota, dan BRI (Bank Rakyat Indonesia).

Tak hanya cara memasak mereka bahkan dilatih cara memasarkan produk tersebut sehingga laku di pasaran, “sebagai perempuan, kita semua pasti memiliki keinginan untuk membesarkan dan menyekolahkan anak – anak. Maka, kita juga bisa ikut membantu ekonomi keluarga dengan menjadi pengusaha yang menjual makanan, salah satunya jajanan pasar. Oleh karenanya, kita harus bersungguh – sungguh dalam berusaha dan belajar memasak. Berawal dari jajanan pasar, kita bisa membuka usaha sendiri dan memiliki pegawai sendiri. Setelah mendapat penghasilan, ibu – ibu jangan lupa menabung. Ibu – ibu semua harus serius, ya, belajar masak,” ujar Ketua APJI, Rahayu Setiawati di depan para pengungsi perempuan.

Anak – anak korban banjir saat menerima Edukasi dari Tim Kemen PPPA.

Kemen PPPA juga menghibur anak – anak dengan membaca dongeng, membuat prakarya, menggambar, dan bernyanyi termasuk memberikan edukasi terkait efek penggunaan plastik, cara menjaga kebersihan diri, dan sanitasi melalui dongeng, “Kemen PPPA ingin memastikan bahwa hak anak di pengungsian sekalipun harus terlindungi. Di sini kami menghibur, memberikan edukasi, dan memantau kondisi mereka. Mereka harus tetap bisa sekolah atau mendapat pendidikan, mendapat penanganan terkait kesehatan dan pengasuhan yang layak. Dalam melakukan kegiatan ini kami juga melibatkan Forum Anak. Mereka juga ikut berkontribusi dalam menindaklanjuti kegiatan ini karena peran mereka sebagai 2P (Pelopor dan Pelapor),” ungkap Asisten Deputi Pemenuhan Hak Sipil, Informasi, dan Partisipasi Anak Kemen PPPA, Lies Rosdianty.

Jumlah pengungsi korban banjir di Dodiklatpur III Rindam Siliwangi, Kabupatrn Lebak, Banten terdiri dari 338 perempuan dan 208 anak, Rabu (22/01/2020). (Red)

Check Also

DIKUKUHKAN WARGA KEHORMATAN SEDULUR SINGKEP KHOFIFAH BILANG AJARAN SAMIN MASIH DIBUTUHKAN

WAGATABERITA.COM – BOJONEGORO. Pengukuhan Gubernur Jatim Khofifah Indar