Minggu, 29 Maret 2020, 3:20
Home / NEWS / MASIH ADA WILAYAH BELUM TERALIRI AIR WALAU PERBAIKAN PIPA PURIMAS TELAH SELESAI
Warga membeli air karena PDAM yang belum mengalir.

MASIH ADA WILAYAH BELUM TERALIRI AIR WALAU PERBAIKAN PIPA PURIMAS TELAH SELESAI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Perbaikan pipa PDAM berdiameter 1.000 mm yang bocor akibat terkena tiang pancang pembangunan Masjid Assalam di perumahan Purimas Gunung Anyar sebenarnya telah selesai diperbaiki walau sempat molor.

Kerusakan pipa ini berdampak ke banyak kawasan di Surabaya Timur yang tidak dapat alirin air diantaranya, Menanggal, Pagesangan, Ketintang, Medokan Ayu, Pondok Chandra, Penjaringan, Gunung Anyar, Purimas, Rungkut, Pandugo, Kedung Baruk, Semampir, Korem, Siwalan, Jemur, Mulyosari, Galaxy Mall, Kenjeran, Kedung Cowek, Tambak Wedi, Kedinding, Nambangan, Wonorejo, dan sekitarnya.

Dilansir Nawacita media Mujiaman Dirut PDAM Surya Sembada Surabaya mengatakan, “kira – kira jam sembilan pagi sudah kami buka seluruhnya. Tekanan sekarang sudah 100 persen. Kita harapkan seluruh warga bisa mendapatkan air. Biasanya dalam 3 jam, 90 persen pelanggan sudah bisa mendapat air. Sisanya, 10 persen biasanya air masih keruh,” ujarnya Minggu (08/03).

Mujiaman juga menghimbau, “jangan mengisi tandon lebih dulu. Ini bentuk tepasalira kita kepada orang lain agar mendapat air lebih cepat. Biar tetangga yang lokasinya jauh seperti Kenjeran dan Bulak Banteng terakhir mendapat air,” terangnya.

Tandon yang masih kosong.

Berbagai keluhan masyarakat yang tak mendapat bantuan air yang disebabkan kondisi yang tidak mendukung dijelaskan Mujiaman, “pihaknya dan Pemerintah Kota Surabaya sudah berusaha semaksimal mungkin dengan menerjunkan 17 truk tangki air milik PDAM, ditambah 20 truk tangki DKRTH dan 15 truk tangki bantuan dari swasta, kapasitas satu tangki hanya 5 meter kubik per dua jam. Jika dibandingkan dengan aliran air normal 1.800 liter per detik, jauh sekali. Sehingga bantuan tangki ini tidak akan maksimal. Kami mohon maaf atas keterbatasan kami untuk melayani masyarakat. Terpenting bagi kami menyelesaikan masalah dan masyarakat mendapatkan air,” ujarnya.

Namun demikian hingga saat ini masih terdapat berbagai wilayah yang aliran airnya belum mengalir, “perumahan kami belum ngalir hingga sekarang airnya, tapi tempat anak saya yang perumahan lain sama – sama Gunung Anyar ada yang sudah ngalir, gak tau apa bedanya,” kata Tuty yang beralamat di Wiguna, Senin (09/03/2020) saat dimintai keterangan. (Red)

Check Also

UNBK SMA DIUNDUR PEMPROV JATIM GUNA CEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Antisipasi penyebaran Corona Virus Disease (COVID – 19)