Minggu, 29 Maret 2020, 4:09
Home / KESEHATAN / KHOFIFAH HIMBAU WARGA TERAPKAN HIDUP SEHAT TAK PANIK VIRUS CORONA
Gubernur Khofifah

KHOFIFAH HIMBAU WARGA TERAPKAN HIDUP SEHAT TAK PANIK VIRUS CORONA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Khofifah Indar Parawansa, Gubernur Jawa Timur mengimbau masyarakat Jawa Timur agar tetap tenang dan tidak perlu panik berlebihan. Himbauan kembali disampaikan pasca meninggalnya pasien positif corona di Solo Jawa Tengah yakni seorang warga Magetan.

“Tetap wapada, tidak perlu panik berlebihan. Kami terus memonitor perkembangan situasi virus corona khususnya di Jawa Timur,” himbau Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (13/03/2020).

Saat ini Pemprov Jawa Timur akan terus berkoordinasi dengan Pemprov Jawa Tengah dan Kementerian Kesehatan dan sedang ditelusuri Pemerintah pasien yang meninggal di Solo termasuk dalam cluster mana. “Lagi (ditelusuri, red), termasuk riwayat perjalanan dan dengan siapa saja pasien tersebut berinteraksi,” tambahnya.

Pemprov Jatim bersama Pemkab Magetan telah mengidentifikasi siapa – siapa yang memiliki kontak erat dengan pasien tersebut. Mengambil langkah opsi isolasi pun sudah dilakukan oleh rumah sakit rujukan sebagai langkah pencegahan.

Gubernur Jawa Timur juga mengimbau kepada siapapun yang pernah berinteraksi dengan pasien tersebut untuk segera memeriksakan dirinya di RS rujukan terdekat. “jangan tunda, jika mengalami gejala yang terindikasi virus corona yaitu demam dan batuk. Kami menjamin seluruh pemeriksaan yang dilakukan tidak berbayar,” ujarnya.

Ia yakin bahwa cara yang paling efektif dalam pencegahan corona adalah dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) dengan cara yang benar, jika batuk ditutup dengan siku, mengkonsumsi buah – buahan, air putih dan olahraga yang cukup.

“Kedua cara tersebut tidak hanya ampuh dalam mencegah penyebaran virus corona, namun juga virus – virus berbahaya lain seperti Demam Berdarah Dengue (DBD) yang juga menjadi momok di setiap musim penghujan,” tutur Khofifah.

Kini di Jawa Timur, kasus DBD telah mencapai angka 2.016 kasus DBD dengan 20 pasien meninggal dunia. Naik dari sebelumnya yang sebanyak 1.766 kasus dengan 15 berujung kematian pada 10 Maret. “Kasus demam berdarah paling banyak ada di daerah Trenggalek, kemudian Jember dan Banyuwangi,” tutup Khofifah. (Imas)

Check Also

CEGAH CORONA KANTOR KOMINFO SEMPROT DESINFEKTAN KADIS MINTA JAJARANNYA TAATI ATURAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Terus meluasnya wabah Corona Virus Disease (Covid –