Sabtu, 8 Agustus 2020, 15:37
Home / NEWS / MENGELUH SYARAT RAPID TEST BILA AKAN KE BALI ALIANSI DRIVER NUSANTARA NGADU KE WAGUB JATIM
Emil.

MENGELUH SYARAT RAPID TEST BILA AKAN KE BALI ALIANSI DRIVER NUSANTARA NGADU KE WAGUB JATIM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Adanya Surat Edaran (SE) Gubernur Bali Nomor 10925 Tahun 2020 tentang Pengendalian Perjalanan Orang Pada Pintu Masuk Wilayah Bali dan Percepatan Penanganan Covid – 19 dan SE Gubernur Bali Nomor 11525 Tahun 2020 tentang Persyaratan Administrasi Tambahan Bagi Pelaku Perjalanan Dalam Negeri Pada Pintu Masuk Wilayah Bali.

SE yang berisi kewajiban pelaksanaan rapid test pada penumpang angkutan penyeberangan yang memasuki Provinsi Bali baik angkutan umum maupun angkutan barang, termasuk para driver ini membuat sekira 20 orang perwakilan driver dari Aliansi Driver Nusantara asal berbagai wilayah di Jawa Timur dan Jawa Tengah menemui Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak di Gedung Negara Grahadi, Jum’at (10/07/2020).

Baca Juga:

    Menemui Wagub Jatim para driver meminta agar rapid test bagi para driver ini digratiskan karena harganya tidak murah dan membebani mereka terutama bila biaya tersebut ditanggung sendiri oleh mereka apalagi yang melakukan perjalanan pulang pergi.

    Emil sapaan lekat Wagub ini mengatakan bahwa Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa telah mengirim surat kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) tanggal 06 Juli 2020 meminta adanya evaluasi kembali terkait SE Gubernur Bali bernomor 552/9101/113/2020 tersebut.

    Mendagri diminta meninjau kembali Peraturan Gubernur Bali terkait Rapid Test bagi awak kendaraan barang sewa/plat kuning yang akan ke Bali, “perjalanan para awak kendaraan barang ini adalah tergolong perjalanan komuter (perjalanan pergi – pulang / PP) yang di SE Nomor 9/2020 Gugus Tugas Nasional tidak mewajibkan adanya persyaratan Rapid Test tetapi cukup dengan alat pengukur suhu badan Thermo Gun, kecuali yang suhu badannya terdeteksi lebih dari 38°C, baru dilakukan pemeriksaan medis,” kata Emil.

    Pertemuan Wagub Emil dengan para Driver.

    Pihaknya terus berkoordinasi dan komunikasi dengan pihak Pemprov Bali sambil menunggu respon dari Mendagri, “kita telpon dan komunikasi dengan Bali. Kami harap ke depan segera ada langkah yang bisa mengurangi beban para driver ini. Kami harap surat Ibu Gubernur ini segera ditanggapi. Bila nanti surat Gubernur Jatim ini telah dijawab atau ada tanggapan dari pihak Gubernur Bali maka nanti akan kami update,” kata Emil.

    Mahalnya rapid test mandiri telah disampaikan, sementara di lapangan pihak Kementerian KKP menyiapkan fasilitas rapid test gratis bagi driver, “ke depan sedang dikembangkan rapid test buatan dalam negeri, dimana Jawa Timur turut berpartisipasi melalui RSUD dr. Soetomo dan Unair yang bekerjasama dengan BPPT serta jejaring perguruan tinggi. Kami harap ini bisa jadi solusi terkait rapid test supaya biayanya bisa lebih ditekan,” terang Emil.

    Supri perwakilan driver mengatakan, “pada dasarnya kami rekan – rekan driver bersedia atau tidak keberatan melakukan rapid test. Namun yang berat bila kami dikenakan biaya rapid test. Karena biaya tes ini ada yang Rp. 280 ribu bahkan lebih. Ini yang membebani kami melihat penghasilan kami apalagi di tengah pandemi seperti ini dapat order saja sudah Alhamdulillah. Kami harap Pemerintah bisa memberikan solusi terkait hal ini,” pungkasnya. (Red)

    Check Also

    SAMBUT PISAH DANDIM PAMEKASAN BUPATI BILANG BANYAK KENANGAN TAK DAPAT DILUPA AJAK PENGGANTINYA BANGUN PAMEKASAN

    WAGATABERITA.COM – PAMEKASAN. Rotasi kepemimpinan di instansi Tentara Nasional