Sabtu, 11 Juli 2020, 11:13
Home / NEWS / TAK ADA SABOTASE INI PERTIMBANGAN DUA MOBIL LAB PCR DARI BNPB DIKIRIM KE WILAYAH LAIN DI JATIM
Gugus tugas Jatim.

TAK ADA SABOTASE INI PERTIMBANGAN DUA MOBIL LAB PCR DARI BNPB DIKIRIM KE WILAYAH LAIN DI JATIM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dalam rangka mempercepat penangan kasus covid – 19 dengan mempercepat diagnosis, Pemerintah Provinsi Jawa Timur pertanggal 11 Mei 2020 lalu mengajukan bantuan 15 unit Mobile Lab PCR dengan dasar kemampuan pemeriksaan laboratorium RT – PCR yang ada di Jatim, Sabtu (30/05/2020).

Sejak Rabu (27/05) Pemprov Jatim akhirnya menerima bantuan satu unit Mobile Lab PCR dari BNPB dan tambahan satu unit lagi pada esok harinya (28/05) yang langsung mendapat ucapan terima kasih dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa atas bantuan yang diberikan Ketua BNPB yang terus mendukung Jatim dalam melakukan percepatan penanganan Covid – 19.

Dijelaskan saat permohonan itu Gubernur Khofifah bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjend TNI Widodo Iryansyah sempat berkomunikasi via telepon dengan Ketua BNPB Letjen TNI Doni Monardo yang akhirnya meminta agar Kalaksa BPBD Jatim Suban Wahyudiono melakukan komunikasi lanjutan dengan Deputi Bidang Kedaruratan BNPB, Dody Ruswandi.

Selanjutnya saat proses permohonan bantuan berjalan Walikota Surabaya Tri Risma mengajukan surat permohonan bantuan Swab dengan Mobile PCR kepada BPBD Jatim sebanyak dua unit yang telah direspon Pemprov Jatim dengan langsung mengirim dua unit Mobile Lab PCR ke wilayah Kota Surabaya untuk melakukan pelayanan tes swab, tepatnya di Asrama Haji dan RS Unair, “di Asrama Haji Mobile Lab PCR memeriksa 200 sampel dan di Unair 100 sampel. Jadi totalnya 300 sampel,” ujar Suban.

Atas dasar pernyataan Ketua BNPB Doni Monardo yang mengatakan bahwa peruntukan dua unit Mobile Lab PCR itu tidak hanya untuk kebutuhan Kota Surabaya tetapi bisa dimanfaatkan untuk daerah lain di Jatim sehingga diarahkan untuk melakukan pemeriksaan di sejumlah wilayah di antaranya Sidoarjo dan Lumajang.

Dua unit Mobile Lab PCR pada tanggal (29/05) diagendakan melakukan pemeriksaan di Lamongan dan Tulungagung atas dasar permintaan dari daerah setempat yang didasarkan atas jadwal pemeriksaan yang dirancang Ketua Gugus Tugas Kuratif Covid – 19 Jatim Dr Joni Wahyuhadi, “Dinkes Kota Surabaya memang sempat berkomunikasi tapi belum menyampaikan jadwal pemeriksaan. Sementara di Lamongan dan Tulungagung sudah kita jadwal dan ditunggu warga disana,” tambah dr Joni.

Pertimbangan di kirim ke Kabupaten Lamongan karena jumlah pasien yang terkonfirmasi positif sebanyak 96 orang. Jumlah itu merupakan angka tertinggi setelah wilayah Surabaya Raya sementara Tulungagung merupakan kabupaten PDP tertinggi kedua di Jatim dengan angka 588 pasien, “yang perlu diketahui, sebanyak 172 pasien PDP di Jatim telah meninggal dunia sebelum menjalani pemeriksaan swab,” lanjut Joni yang juga Direktur Utama RSUD dr Soetomo ini.

Dijelaskan mayoritas daerah di Jatim saat ini mengalami kendala keterbatasan lab PCR padahal Kota Surabaya memiliki laboratorium berkapasitas sekitar 800 sampel per hari ditambah mobil PCR dari BIN yang berkapasitas 200 sampel per hari, “dengan berbagai pertimbangan itulah, maka Mobile Lab PCR itu harus berkeliling ke daerah yang membutuhkan,” ujar Suban Wahyudiono menguatkan. (Red)

Check Also

BERNIAT BANTU BNN PENGURUS PAMMI DITANTANG TES URIN OLEH KEPALA BNNP JATIM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Penggunaan Narkotika saat ini telah menyasar