Kamis, 4 Juni 2026, 9:45
Home / NEWS / KARYA SENI AGAR TUNANETRA SEJAJAR DENGAN NORMAL WAKILI INDONESIA HINGGA DI TINGKAT ASIA
Marieeta.

KARYA SENI AGAR TUNANETRA SEJAJAR DENGAN NORMAL WAKILI INDONESIA HINGGA DI TINGKAT ASIA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Sebuah kompetisi desain bergengsi tingkat Asia yang digelar Nippon Paint dikenal dengan Asia Young Designer Award (AYDA) 2020/21 kali ini digelar secara daring mengangkat tema Human – Centred Design.

Marietta Stefani Petranesian asal prodi Arsitektur angkatan 2016 terpilih pada AYDA kali ini dan meraih Gold Winner yang mewakili Indonesia di tingkat Asia kategori Arsitektur, Rabu (17/02/2021).

Sebuah ide muncul saat Marietta mengunjungi galeri seni tedapat aturan tertulis ‘dilarang menyentuh’ sehingga dirinya berpikir, “bagaimana jika kita tidak dapat melihat? Bagaimana dengan tuna netra? Mereka kan hanya bisa merasakan sesuatu dengan cara menyentuh,” pikirnya saat itu.

Dari pikiran itulah karya bertajuk Non – Visual Art Gallery dibuat gadis yang bekerja di biro arsitek itu dimana galeri seni ini dapat dinikmati tunanetra dengan menggunakan pengalaman multisensori, yaitu telinga, hidung, dan perabaan sehingga memungkinkan terjadi pengalaman yang setara antara tunanetra dan awas (normal).

Memberikan pengalaman baru yang berbeda dengan galeri umumnya dalam rancangan ini di desain menggunakan bidang yang disusun ber layer menyerupai labirin sebagai pengarah bagi tunanetra dan elemen arsitektur yang memanjakan mata diredupkan guna memperkuat stimuli indera lainnya.

Dengan desain ini para seniman diharap ciptakan karya seni yang inklusif sehingga dibangunan ini dapat memberi pengalaman multisensori, “misalnya ada lukisan atau patung menggambarkan hutan. Lukisan bisa dibuat timbull dan ditambah bau – bauan hutan agar semakin memperjelas lukisan itu. Sehingga lukisan ini menjelaskan tekstur, bau – bauan bahkan bunyi – bunyian,” jelas Marietta.

Guna mendukung konsep non – visual karya seni penerangannya menggunakan pencahayaan alami undirect sunlight melalui skylight dan dinding yang disusun ber – layer yang membantu tunanetra dalam berorientasi sehingga tidak menggunakan lampu termasuk melakukan pendekatan perilaku senses as perceptual system dimana indera manusia memberikan peran penting dalam membentuk persepsi ruang dan pendalaman karakter.

Karena unik karya Marietta akan mewakili Indonesia di tingkat Asia dengan kategori Arsitektur dan akan bertanding dengan 15 negara di Asia seperti Bangladesh, Cina, Filipina, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Malaysia, Pakistan, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Tambah Marietta, “bersyukur bisa melewati kompetisi level nasional dan bisa mewakili Indonesia di tingkat Asia. Kompetisi yang dilaksanakan secara online ini melewati berbagai tahap mulai semi final, coaching session, mentoring dan babak final,” terangnya.

Dengan menggunakan studi literatur, wawancara dan observasi langsung ke SMPLB – YPAB pengumpulan data dilakukan dan proyek ini mungkin dapat diwujud nyatakan di Surabaya. Dari kompetisi level nasional Marietta mendapat piala Gold, uang tunai 20 juta termasuk kesempatan magang di salah satu perusahaan juri dan sedang dipersiapkan mengikuti kompetisi dengan lebih matang.

berhasil dimenangkan dua Petranesian juara kompetisi yakni Tan Stanisia Finley Buwono yang meraih Bronze winner dan Alumni choice award yang berhak atas piala Bronze, uang tunai 10 juta ditambah 5 juta dari alumni choice award serta ditambah kesempatan magang di salah satu perusahaan juri sementara Celine Betharina memperoleh honorary mention. (Red)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …