Sabtu, 8 Mei 2021, 17:47
Home / NEWS / PASCA GEMPA JATIM BEGINI KONDISI DAN TINDAKAN TANGGAP DARURAT PEMPROV JATIM
Khofifah.

PASCA GEMPA JATIM BEGINI KONDISI DAN TINDAKAN TANGGAP DARURAT PEMPROV JATIM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Warga beberapa wilayah di Jawa Timur sempat mengalami guncangan gempa bumi yang terjadi diperkirakan di 90 km barat daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 km berkekuatan 6,7 SR  yang terupdate 6,1 SR tepat pukul 14 : 00 : 15 WIB, Sabtu (10/04/2021) berdasarkan informasi resmi BMKG.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa setelah menerima informasi tersebut langsung menyampaikan duka yang mendalam pada sejumlah daerah kabupaten kota yang terdampak, “sampai petang ini, laporan yang sampai ke kami, ada warga yang meninggal dunia dari Kecamatan Tempursari Kabupaten Lumajang maupun Kecamatan Ampelgading Kabupaten Malang karena tertimpa longsoran saat gempa terjadi. Dan ada lagi yang dilarikan ke Rumah Sakit,” jelasnya.

Kondisi beberapa kabupaten kota yang terdampak kuat dari gempa yang terjadi mengalami kondisi cukup parah ada di Kabupaten Malang, tepatnya di Kecamatan Dampit dan Jabung ; Kabupaten Lumajang terutama di Kecamatan Tempursari dan Pronojiwo serta Kabupaten Blitar terutama di Kecamatan Wates dan Binangun.

Pasca gempa data yang dihimpun BPBD Jatim cukup banyak rumah rusak baik ringan, sedang maupun berat, terdapat di Kabupaten Lumajang, Kabupaten Malang maupun Kabupaten Blitar dan sedang dilakukan pendataan dan lakukan evakuasi warga dimana dilaporkan dari Malang 4 rumah rusak di Desa Kemiri, 1 rumah rusak berat di desa Sidorejo, 15 rumah rusak ringan dan 2 rumah rusak ringan di Desa Gunung Jati,  3 rumah rusak di Desa Agrosari, 3 rumah rusak di Desa Kemantren, 2 rumah rusak di Desa Gadingkembar, dan 1 rumah rusak di Desa Sidomulyo.

Rumah sakit dan puskesmas bahkan ada yang dilaporkan mengalami kerusakakan yang terjadi di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar serta Puskesmas Turen yang terdampak cukup berat sehingga Gubernur Khofifah menyebut seluruh pihak, forkopimda Jatim bersama tiga Bupati terus melakukan koordinasi lakukan gerak cepat dan tanggap atas bencana yang dilakukan secara simultan.

Tim BPBD Kabupaten Kota dan BPBD Provinsi Jatim bersama relawan TAGANA telah di lokasi, “kita sudah mengirimkan tim untuk turun langsung ke titik – titik yang mengalami dampak parah. Agar segera dilakukan pengamanan, dan juga evakuasi. Ada tim dari BPBD kabupaten kota, juga dari provinsi yang kini ada di lokasi – lokasi terdampak untuk tanggap kebencanaan,” kata Khofifah.

Sementara area pengungsian langsung dikoordinasi Bupati di daerahnya, “saya, Kapolda, Pangdam, dan tiga Bupati yaitu Bupati Malang, Bupati Lumajang dan Bupati Blitar, serta kepala daerah sekitarnya akan rapat secara virtual untuk mengkoordinasikan tentang dampak dan tanggap bencana gempa ini. Besok Insya Allah saya ke lokasi. Yang jelas evakuasi dan pendataan hingga kini terus kita lakukan,” ungkap Khofifah.

Khofifah menghimbau masyarakat tetap waspada khususnya mengantisipasi jika ada gempa susulan, “kita berdoa bersama agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, dan Jawa Timur diberi keselamatan oleh Allah SWT. Semua saya harap tetap waspada namun jangan panik,” tutupnyanya. (Red)

Check Also

BERDUKA ARUMI SAMBANGI ISTRI PRAJURIT KRI NANGGALA BERSAMA ISTRI KSAL

WAGATABERITA.COM – SIDOARJO. Duka mendalam dirasakan pada musibah