Minggu, 14 Juni 2026, 4:49
Home / PERTANIAN / MANISNYA MADU PROBOLINGGO TEMBUS PASAR JABAR DAN JATENG
Budidaya Madu Di Kecamatan Lumbang, Selasa (21/11/2017), Sumber Foto : Zulkiflie

MANISNYA MADU PROBOLINGGO TEMBUS PASAR JABAR DAN JATENG

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Berlokasi di kaki gunung Bromo, desa Nogororejo kecamatan Lumbang kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Sentra budidaya lebah madu, kini menjadi primadona masyarakat desa setempat, guna mendapatkan tambahan penghasilan.

Sedikitnya, sudah ada sekitar 10 orang warga yang menjadi peternak lebah madu, tergabung dalam kelompok Petani Genting Makmur. Budidaya lebah madu di desa Nogororejo sendiri, sudah mulai dikembangkan semenjak 7 tahun yang lalu, atau sekitar tahun 2010 – 2011.

Awalnya mayoritas mata pencaharian warga setempat, merupakan seorang petani yang tiap harinya berkerja di sawah. Namun semenjak budidaya lebah madu terbukti menunjukkan hasil menjanjikan, tak sedikit warga desa Nogorejo yang akhirnya menjadi peternak lebah madu.

Baca Juga:

    Salah satunya yakni, Misnadi yang merupakan ketua kelompok Petani Genting Makmur. Menurutnya, saat ini perkembangan budidaya lebah madu di daerahnya terus mengalami peningkatan.

    Di tahun 2017 ini saja, kelompok ternak lebah madu sudah melakukan 4 kali panen madu, dalam kurun waktu 2 bulan. Pemasaran panen madu pun, sudah tersebar hingga luar wilayah Jawa Timur, yakni Jawa Tengah dan Jawa Barat.

    Detail Kotak Madu, Selasa (21/11/2017), Sumber Foto : Zulkiflie

    “Saat ini sudah banyak warga yang menjadi peternak lebah madu, dan madu – madu yang dihasilkanpun cukup bervariasi. Seperti madu bunga matahari, madu markisa, kaliandra dan lainnya.“ pungkas Misnadi, Selasa (21/11/2017).

    Namun demikian, lebih lanjut Misnadi menjelaskan jika proses produksi budidaya lebah madu, masih belum bisa berjalan optimal lantaran terkendala faktor cuaca yang tidak menentu, serta ketersediaan bibit bunga.

    “Kalo panen lebah madu normal, bisa mencapai 1 ton dari 200 kotak lebah. Tapi kalo saat ini cenderung menurun, hanya 2 kwintal saja sekali panen. Penyebabnya, karena sudah masuk musim paceklik, dan cuaca yang tidak menentu, ditambah ketersediaan bibit bunga yang masih belum mencukupi. saya harap pemerintah lewat instansi terkait, bisa memberikan solusi untuk kendala ini,” tandas Misnadi. (Zulkiflie/Halu)

    Check Also

    TRUK HAMPIR NABRAK RUMAH DAN MASUK SUNGAI

    WATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Kecelakaan terjadi di Probolinggo. Kali ini terjadi pada sebuah truk Hino tangki …