WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bintang Puspayoga mengunjungi dan menyapa anak – anak di Pondok Sosial Kampung Anak Negeri (KANRI) Kota Surabaya, ”Anak – anak senang tidak disini, biasanya kalian lebih banyak belajar atau bermain. Nah, harus seimbang ya antara belajar dan bermainnya, harus rajin belajar supaya bisa menggapai cita – citanya kalau sudah besar,” sapanya Minggu, (08/12/209).
Merupakan sebuah Pondok Sosial bagian dari Unit Pelayanan Terpadu Daerah (UPTD) Dinas Sosial Kota Surabaya KANRI hadir sebagai bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam membina anak jalanan, anak putus sekolah, hingga anak dengan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) yang dilakukan tidak terbatas pendidikan secara formal, namun juga pengembangan minat dan bakat hingga anak – anak itu mampu untuk mandiri.
- DAERAH INI JUGA DITERAPKAN PPKM DARURAT
- MENTERI BINTANG AJAK PEREMPUAN KERJA KERAS UNTUK PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN ANAK
- MENTERI BINTANG SINERGIKAN PROGRAMNYA BERSAMA TP PKK DAN BHAYANGKARI SERTA DHARMA PERTIWI
- JOKOWI PILIH 12 FIGUR WAKIL MENTERI UNTUK DILANTIK
- BINTANG PUSPAYOGA YAKIN DIRINYA MAMPU MEMBAWA KEMAJUAN DI KEMEN PPPA
Di KANRI saat ini tinggal 35 anak dengan usia 7 hingga 18 tahun, “dalam KANRI, pembinaan yang diterapkan ada dua jenis yakni, pendidikan formal dan non formal. Sementara, bagi anak yang mengalami putus sekolah atau di keluarkan dari sekolah akan menempuh pendidikan kejar paket,” tutur Naniek Winarsih Kepala UPTD KANRI Kota Surabaya.
Dilanjutkan Naniek, “saat di KANRI anak – anak juga diajak belajar berwirausaha, dengan kegiatan seperti cuci motor, pembuatan ayam geprek, servis handphone, dan minuman tradisional kunir asam yang mana beberapa produk mereka kemudian dipasarkan ke hotel dan kantoran. Kami ingin agar ke depannya anak – anak bisa hidup mandiri dan mereka bisa mendapatkan tambahan uang saku dari hasil wirausaha tersebut,” ujarnya.
Pemenuhan hak dan perlindungan atas anak jalanan, anak putus sekolah, hingga anak bermasalah juga wajib dilakukan, ”Kami sangat mengapresiasi setinggi – tingginya keberadaan KANRI. Ini merupakan suatu pola yang terkonsep dengan baik dari hulu ke hilir dalam hal membina anak – anak bermasalah. Pola yang dipakai tetap mengacu pada pendidikan, pendampingan, pengembangan minat dan bakat, serta kewirausahaan,” tambah Menteri Bintang.

”Satu hal yang patut ditiru dari KANRI, dimana anak – anak binaan baru akan keluar dari asrama saat mereka sudah siap dan mendapatkan pembekalan yang cukup, baik dalam pendidikan maupun kewirausahaan. Sehingga saat mereka sudah tidak lagi tinggal di KANRI mereka mampu bertahan hidup dengan keahlian dan kemandirian yang telah diberikan dan tidak kembali menjadi anak – anak bermasalah,” ungkap Menteri Bintang.
Kemen PPPA akan terus menjalankan tugas dan fungsi pemenuhan hak anak dan perlindungan anak, “semakin saya lama di Surabaya semakin banyak saya melihat bahwa tidak ada ruang – ruang kosong yang ditinggal oleh Bu Risma. Pemanfaatan ruang dan kesempatan pada semua lini di berdayakan oleh Pemkot Surabaya mulai dari anak, perempuan, sampai lansia. Tentunya kami berharap agar apa yang telah dilakukan di Pemkot Surabaya ini akan menjadi contoh bagi kota lain di Indonesia, sebab hal ini juga menjadi upaya mendukung kebijakan yang ada di Pemerintah pusat, terutama terkait perempuan dan anak,” tutup Menteri Bintang. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.