Selasa, 21 Juli 2026, 4:20
Home / NEWS / INI BANTAHAN BPBD JATIM ATAS TUDUHAN SABOTASE WALIKOTA SURABAYA TENTANG BANTUAN MOBIL PCR
Gugus Tugas Jatim.

INI BANTAHAN BPBD JATIM ATAS TUDUHAN SABOTASE WALIKOTA SURABAYA TENTANG BANTUAN MOBIL PCR

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Viralnya protes yang dilakukan Walikota Surabaya mengenai sabotase bantuan mobil PCR akhirnya mendapat tanggapan dari Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim Suban Wahyudiono yang menjelaskan kronolgi pemanfaatan mobil PCR bantuan BNPB tersebut.

Jelas Suban awalnya Gugus Tugas Penanggulangan Covid – 19 Jatim telah mengirim surat tertanggal 11 Maret kepada BNPB terkait permohonan dukungan percepatan penegakan diagnosis Covid – 19 termasuk megajukan bantuan 15 mesin PCR unit yang juga dilakukan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, dan Pangdam V Brawijaya dengan menelepon Kepala BNPB Doni Monardo, dan mengirim pesan WhatsApp kepada deputi.

Pada malam harinya dikirimlah 1 unit mobil dan dua mesin PCR yang dikirim supir dan dilakukan serah terima yang selanjutnya pada tanggal 25 Mei 2020 Pemprov Jatim mengirim surat kepada Pemkot Surabaya terkait prioritas operasional Mobil PCR ini, namun hingga kini surat tersebut tidak ada jawaban.

Melihat hal ini Pemprov Jatim mengambil inisiatif dan memutuskan Mobil PCR ini dioperasionalkan pertama tepatnya tanggal 27 Mei 2020 ke RS universitas Airlangga (RSUA) Surabaya dan berhasil mengerjakan 200 sampel yang dilanjut untuk mengerjakan 100 sampel di RS Haji Surabaya. Sabtu (30/05/2020).

“Mobil PCR ini sudah mulai dioperasionalkan pertama kali untuk Kota Surabaya. Langkah ini sebagai komitmen Pemprov Jatim, setelah Pemkot Surabaya mengirimkan surat permohonan untuk penggunaan mobil PCR ke BPPD Jawa Timur. Di kota dengan jumlah kasus positif Covid – 19 tertinggi ini, di hari pertama mobil PCR ini dioperasionalkan tercatat sudah melayani 300 sampel warga Surabaya,” kata Suban.

Kota Surabaya sendiri hingga saat ini menurut Subhan sudah terpenuhi untuk fasilitas lab PCR nya dengan kemampuan memeriksa 800 sampel per hari, ditambah dengan mobil PCR BIN yg mampu memeriksa 200 sampel per hari.

Mobil PCR yang juga digunakan untuk mendatangi daerah – daerah merah lainnya di Jawa Timur yang belum memiliki Lab PCR, dan jumlah PDP dan positif sangat tinggi seperti Tulung Agung, Lamongan, dan Kediri, “tanggal 28 Mei 2020 Mobil PCR ini diarahkan ke Sidoarjo dan Lamongan karena banyaknya pemintaan dari RS untuk mengerjakan lab pasien Covid – 19 di wilayah tersebut,” ungkap Suban.

Kabupaten Tulungagung sendiri diketahui termasuk PDP tertinggi ke – 2 di Jawa Timur dengan jumlah 588 pasien sementara 172 pasien yang meninggal dalam status PDP sebelum sempat di swab dan Lamongan memiliki kasus konfirmasi sebanyak 96, tertinggi setelah Surabaya raya, “oleh karena itu, Mobile lab harus berkeliling ke daerah yang membutuhkan,” terang Suban.

Diketahui Pemprov Jatim akan terus memanfaatkan mobil PCR untuk membantu penanganan kasus Covid – 19 yang tersebar di seluruh daerah Jawa Timur, “semuanya menjadi ikhtiar agar penyebaran covid – 19 semakin mudah terdeteksi dan dapat diatasi penyembuhannya, tegas Suban. (red)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …