WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Diketahui beberapa hari lalu Tim Peneliti Universitas Airlangga (Unair) Surabaya meng claim telah menemukan obat yang diindikasikan bisa membantu penyembuhan bagi pasien Covid – 19 sehingga Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengaku sangat senang dan memberikan apresiasinya kepada tim peneliti. Minggu (14/06/2020).
Dukungan pada tim peneliti Unair yang tengah berkolaborasi dengan Gugus Tugas Covid Indonesia dan Badan Intelejen Negara (BIN) disampaikan, iIntinya, Pemprov Jatim akan mendukung Unair untuk mengembangkan penelitian obat – obat temuannya. Karena ini merupakan salah satu upaya untuk mempercepat penanganan Covid – 19 di Jatim bahkan di Indonesia,” ungkap Gubernur Khofifah saat ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya.
- UPAYA MEMUTUS RANTAI COVID DITINGKATKAN KESEMBUHAN PASIEN POSITIF TERUS MENINGKAT DI JATIM
- KESEMBUHAN COVID TERTINGGI SELAMA TIGA HARI KHOFIFAH HIMBAU MASYARAKAT TETAP DISIPLIN
- BANYAK PASIEN COVID JATIM SEMBUH MASIH DARI YANG BERGEJALA RINGAN DAN SEDANG
- NEW NORMAL BKKBN MINTA MASYARAKAT ADAPTASI SAMBIL BERAKTIVITAS
- RAPID TES 1279 PDP OTG ADA 82 REAKTIF LANGSUNG DI SWAB BILA POSITIF AKAN DIKIRIM KE RS
Kesempatan bagi tim peneliti agar obat tersebut nantinya bisa diteliti dan dikembangkan di Rumah Sakit Pemprov agar segera dilakukan penelitian lebih lanjut ke arah klinis dan diuji efektivitasnya, sesuai dengan kaidah yang ada, “lewat penelitian ini, kami berharap akan bisa meningkatkan rasio angka kesembuhan serta dalam waktu yang sama bisa menurunkan angka kematian akibat Covid – 19 di Jawa Timur,” harap orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.
Lima kombinasi obat yang dinyatakan berhasil melalui penelitian yang disampaikan Rektor Unair Prof Moh Nasih diantaranya pertama yaitu Lopinavir, ritonavir dan azitromisin, kombinasi kedua Lopinavir, ritonavir dan doksisiklin, ketiga Lopinavir, ritonavir dan klaritromisin, keempat Hidroksiklorokuin dan azitromisin serta kelima Hidroksiklorokuin dan doksisiklin.

14 regimen obat telah diteliti yang didapat lima kombinasi regimen obat yang mempunyai potensi dan efektivitas yang cukup bagus dan dirasa mampu menghambat perkembang biakan virus hingga membuat virus SARS – CoV – 2 tidak terdeteksi lagi,,”dengan menurunnya jumlah virus bahkan sampai tidak terdeteksi dengan regimen obat ini maka bisa memutus mata rantai penularan,” kata perwakilan dari tim peneliti Unair, dr Purwati SpPd K – PTI FINASIM.
Jika obat yang disebutkan sudah beredar di pasaran, artinya obat sudah mendapat ijin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga aman dikonsumsi, tetapi penelitian lebih lanjut harus terus di dukung untuk menghitung efektivitas dan efisiensinya pada manusia ungkap dr Purwati. (Red)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.