Rabu, 3 Juni 2026, 13:51
Home / NEWS / INDONESIA MENJADI SUPERMARKET BENCANA
Seminar Perubahan Iklim Yang Dipandu Presenter Tina Talisa Sabtu (29/04/2017). Dari kiri Berturut - Turut Bagia Sugihartana (Direktur Operasional Pupuk Kaltim/PKT), Prof Joni Hermana (Rektor ITS) Surabaya, Dr Nur Masripatin (Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan RI), Prof Rachmat Witoelar (Pakar Lingkungan Dan Utusan Khusus Presiden RI) Serta Tina Talisa (Presenter) Yang Memandu Jalannya Seminar. Sumber Foto : Haludin Ma'waledha

INDONESIA MENJADI SUPERMARKET BENCANA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Indonesia terkesan menjadi supermarket bencana. Ini benar – benar memprihatinkan, salah satu contoh misalnya, lumpur Lapindo di Sidoarjo, justru saat ini dianggap sebagai objek wisata, padahal sesungguhnya itu adalah bencana.

Rektor Institut Teknologi Surabaya (ITS), Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES. Ph.D mengatakan itu pada acara Surabaya Environmental Talkshow dalam rangkaian kegiatan Environation 2017 dengan tema “Climate Change : Self Revolution or Self Adaptation?” bertempat di Diamond Lantai 3, Grand City Mall Surabaya, Sabtu (29/04/2017).

Kata Joni Permana, permasalahan iklim, Indonesia paling rentan, sedikitnya dalam sehari terjadi dua kali permasalahan yang berkaitan dengan perubahan iklim.

Karena itu, dia berpendapat untuk meminimalisasi perubahan iklim harus menjadi sebuah gerakan besar. Mulai dari diri sendiri, kelompok (komunitas) hingga jumlah yang lebih besar. ‘’Dari hal – hal sepele, misalnya, tidak menggunakan AC berlebihan, membuang sampah sembarangan, itu juga salah satu cara untuk mengendalikan perubahaan lingkungan.

Senada juga dikemukakan Dr. Nur Masripatin, Derector General of Climate Change Ministry of Environment and Forestry. Dia mengatakan, perilaku membuang sampah pada tempatnya juga bagian dari meminimalisasi perubahan iklim.

Dia berharap semua pihak berperan, mulai individu. Misalnya, limbah rumah tangga, penggunaan lampu listrik dan AC dan pengelolaan sampah yang baik.

Kepada pemerintah daerah bekerja sama dengan perguruan tinggi, lembaga riset, LSM, bahkan media. Karena media itu cukup berperan dalam menyampaikan pesan ke masyarakat.

Bagya Sugihartana, Direktur Operasional PT Pupuk Kaltim (PKT), kepada wagataberita.com, menilai talkshow itu cukup bagus karena melibatkan industri, diantaranya PKT sehingga kita bisa memberikan kira – kira apa yang telah dilakukan oleh PKT, tentu ikut melestarikan lingkungan. Serta ikut mensukseskan keberhasilan – keberhasilan penanggulangan perubahan lingkungan.

Untuk itu PKT, mempunyai kebijakan sistem manajemen terkait lingkungan sehingga semua tindakan – tindakan ataupun implementasi semua insan di PKT, selalu berdasarkan kebijakan – kebijakan perusahaan. Diantaranya, mengeliminasi perubahan lingkungan. Juga memanfaatkan dan mengurangi bahaya limbah B3, juga memanfaatkan energi dan air dengan memperhatikan keamanan lingkungan.

Data dari United Nation Environmental Programme, Indonesia menjadi negara yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim.

Karena itu, Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan FTSP ITS menggelar acara Surabaya Environmental Talkshow dalam rangkaian kegiatan Environation 2017 dengan tema “Climate Change : Self Revolution or Self Adaptation?.”

Pada acara itu hadir Utusan Khusus Presiden RI untuk Pengendalian Perubahan Iklim Prof.Rachmat Witoelar dan Dr. Nur Masripatin, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Rektor ITS Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES, PhD, serta Direktur Operasi PT Pupuk Kaltim Bagya Sugihartana yang dipandu presenter senior Tina Talisa.

“Kegiatan ini kami hadirkan sebagai wujud kepedulian kami terhadap kondisi lingkungan, khususnya mengenai perubahan iklim yang dampaknya semakin terasa bagi masyarakat.” imbuh Ardytto Istianto, Project Director ENVIRONATION 2017 kepada wartawan. (Haludin Ma’waledha)

Check Also

GRAND OPENING KANTOR BEKEEN LAW FIRM SEDERHANA TAPI MENGESANKAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Menindak lanjuti pembukaan Kantor Pajak dan Hukum BEKEEN Law Firm (Bercahaya Keadilan …