Sabtu, 16 Mei 2026, 11:36
Home / SURABAYA / TARIF BATAS BAWAH CENDERUNG JADI SARANA KARTEL
Aru Armando, Kepala KPD Surabaya KPPU (Kanan), Saat Menjawab Pertanyaan Wartawan, Selasa (06/06/2017) Di Sky Hall A Fave Hotel Mex Surabaya. Sumber Foto : Endri Soedarto

TARIF BATAS BAWAH CENDERUNG JADI SARANA KARTEL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Penetapan tarif batas bawah cenderung menjadi sarana kartel dan sumber inflasi. Terhadap taksi online adalah regulator. Perlu ditelaah kembali apakah regulator itu adalah pemerintah pusat atau pemerintah daerah karena itu seluruh stakeholder dan konsumen berhak memberikan masukan kepada pemerintah.

Itu dikemukakan Kepala Kantor Perwakilan Daerah (KPD) – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya Aru Armando pada acara dialog media dan buka bersama di Sky Hall A, Fave Hotel Mex Surabaya, Selasa (06/06/2017).

Pada acara ini, membahas soal regulasi tarif batas bawah untuk transportasi taksi berbasis aplikasi atau online. “Regulator harus menimbang, operator harus dapat sekian, konsumen juga harus dapat tarif kompetitif yang diinginkan,” ujar Aru.

Kata Aru, pihaknya bersepakat sepakat treatment terhadap taksi online harus sama seperti konvensional, sebab kalau tarif batas bawah yang disepakati, nantinya selalu berada di atas harga pasar. Namun, yang menjadi persolaan saat ini, kata dia, adalah besaran tarif yang akan dipatok. “Biasanya akan dipatok pada tarif yang bisa melindungi seluruh pelaku usaha tanpa terkecuali,” ujarnya.

Aru, tak menampik adanya kekurangan dari penetapan tarif batas bawah, khususnya yang harus ditanggung konsumen. “Negatifnya, pelaku usaha dengan manajemen yang tidak efisien ikut terlindungi dan masyarakat harus membayar jauh lebih mahal dari seharusnya,” demikian kata Aru. (Endri Soedarto/Halu)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO