WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Upaya Pemkot Surabaya dalam melakukan transformasi kampung eks – lokalisasi Dolly menjadi kawasan wisata, menarik perhatian kaum akademisi muslim Malaysia. Mohd Mizan Aslam, Director dari Malaysian Research Institute Strategic Studies (MyRISS), begitu mengapresiasi upaya Pemkot Surabaya dalam mengubah wajah kampung Dolly saat ini.
Selama ini Pemkot Surabaya dinilainya tidak hanya menutup lokalisasi saja, akan tetapi juga membangun iklim ekonomi yang lebih sehat. Salah satu contohnya adalah memberdayakan masyarakat dalam beberapa sentra usaha. “Menteri di Malaysia harus belajar dari Indonesia, macam mana ada 2 – 3 tempat yang jadi sarang prostitusi. Bisa diambil model ini untuk diimplementasikan di Malaysia,” ungkap Mohd Mizan Aslam disela – sela kunjungannya ke kawasan eks – lokalisasi Dolly.
Menurutnya, upaya pemerintah Malaysia selama ini dalam memberantas prostitusi masih kurang maksimal. “Pemerintah saya kira ada usaha. Tapi tidak cukup serius, sebab mayornya itu tidak ada yang sanggup. Komitmen dan kontribusinya itu uang, harta benda, itu tidak berlaku. Saya kira mereka perlu dibawa kesini,” ungkap Mizan.
Ketidak seriusan Pemerintah Malaysia, terbukti dengan masih banyaknya praktik prostitusi secara terbuka di beberapa kawasan dekat Kuala Lumpur, Malaysia.
“Setahu saya ada di tiga tempat, semuanya berada di sekitar Kuala Lumpur. Saat ini masih beroperasi. Dan amat mengecewakan, usianya sudah puluhan tahun tidak dapat diselesaikan,” pungkasnya. (Nur Rizki Utomo Putri/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.