WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Mengantisipasi munculnya virus anthrax Dinas Peternakan Provinso Jawa Timur telah menyediakan 1000 botol anti virus anthrax.
Plt Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Abdul Hamid mengatakan itu Senin (21/08/2017).
Dia menambahkan, selain itu upaya lain mencegah masuknya virus anthrax, pihaknya telah membuat check point di beberapa tempat, terutama daerah – daerah perbatasan yang dianggap endemik anthrax seperti Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar maupun daerah lainnya yang dekat dengan endemik anthrax. “Daerah – daerah tersebut kami fokuskan vaksinasi,” tandas Abdul Hamid.
Anthraks adalah penyakit menular akut dan sangat mematikan yang disebabkan bakteri Bacillus Anthracis dan paling ganas.
Penyakit ini ditularkan melalui hewan – hewan ternak yang tidak terawat atau hewan yang sedang sakit. Seperti sapi, kata Abdul Hamid.
Dia menambahkan, setelah 57 tahun Jatim bebas Antraks, pada tahun 2014 lalu, beberapa daerah di Jawa Timur kembali ditemukan anthrax yakni di Pacitan dan Blitar. “Secara geografis, Jatim memiliki potensi lebih tinggi terhadap penyakit anthrax,” ujarnya.
Itu sebabnya, Dinas Peternakan membuat titik check point di beberapa tempat sebagai tempat pemeriksaan hewan kurban maupun bukan Ini untuk mengantisipasi masuknya virus anthrax ke Jawa Timur.
“Kita mempunyai check point di perbatasan yang dianggap endemik guna mengantisipasi masuknya virus antraks,” tandasnya.
Wilayah yang dekat dengan daerah endemik anthrax akan menjadi fokus untuk penyebaran vaksin yakni Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, dan Blitar.
Tahun 2017, populasi ternak di Jawa Timur memcapai 4,4 juta ekor dan menjadi penyumbang sapi terbesar secara nasional. “Ini kami bertekad mempertahankan,” Abdul Hamid.
Dia berpesan kepada para peternak untuk menjaga kebersihan kandang ternaknya. Selain itu menyarankan agar menyebelih hewan ternak seperti sapi lebih baik ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH). (Endri Soedarto/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.