Selasa, 12 Desember 2017, 21:15
Home / EKONOMI / SAUDAGAR MUSLIM INDONESIA DIMINTA TIDAK TAKUT GAGAL
Ketua Umum ISMI Ilham Akbar Habibie Saat Menandatangani Nota Pelantikan Pengurus ISMI Jawa Timur, Rabu (12/04/2017). Sumber Foto : Haludin Ma'waledha

SAUDAGAR MUSLIM INDONESIA DIMINTA TIDAK TAKUT GAGAL

WAGATABERI.COM – SURABAYA. Saudagar Muslim Indonesia diminta untuk terus berinovasi dalam berusaha dan jangan takut gagal. Kalau belum berhasil anggap itu sebuah tantangan oleh karena itu terus berbuat dan berusaha hingga mencapai kesuksesan dalam berusaha.

Itu dikemukakan Ketua Umum Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Ilham Akbar Habibie pada pelantikan pengurus ISMI Jawa Timur (Jatim) bertempat di Hotel Mercure Surabaya, Rabu (12/04/2017).

Ilham mengatakan ISMI harus terlebih dahulu memperkuat diri secara internal, setelah itu baru dapat melakukan usaha – usaha kerjasama dengan pengusaha dari luar negeri yang berbasis ekonomi syariah.

‘’Perkuat dulu internal, setelah itu kita akan melakukan berbagai kerjasama usaha dengan pihak luar negeri yang berbasis ekonomi syariah, ‘’ujarnya, lalu menambahkan, secara makro ekonomi Indonesia saat ini masuk kategori sehat, namun secara mikro ekonomi, masih banyak tantangan yang dihadapi.

Meski begitu, kata Ilham Habibie, tantangan itu sekaligus dapat dijadikan sebuah peluang besar untuk meningkatkan kegiatan dalam berusaha atau berbisnis, khususnya yang berbasis syariah. Untuk dapat melakukan itu, terlebih dahulu memperkuat usaha menengah. Lalu kemudian ikut menumbuh kembangkan usaha mikro disekitarnya.

Data yang ada, kata putra Presiden RI ke – 3 itu, jumlah Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) di Indonesia mencapai 57 juta lebih. Dari jumlah itu yang masuk kategori usaha menengah hanya 50 ribu saja, selebihnya masih kategori usaha mikro. Itu sebabnya, perlu melirik usaha mikro, tentu saja dengan terus berinovasi yang dapat bermanfaat hingga mampu membuka pasar baru guna memasarkan produk yang dimiliki. ‘’Inovasi itu bukan hanya sesuatu yang baru, tetapi harus juga bermanfaat, ‘’ujarnya.

Karena itu dalam mengembangkan usaha ISMI, pertama harus berpihak kepada umat. Kedua mampu menguasai teknologi dan ketiga, berwirausaha dengan baik secara syariah. Tau biasa ia sebutkan dengan istilah teknologi, inovasi dan wirausaha (teknosa). (Haludin Ma’waledha)

Check Also

PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN DI TRENGGALEK MELAMBAT DI 5 TAHUN TERAKHIR

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Selama 5 tahun terakhir, diketahui pertumbuhan perekonomian di Kota Tempe Kripik semakin melambat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *