WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Banyak karya teknologi menarik dan produktif serta cukup benilai ekonomi yang dilakukan anak bangsa, namun belum tersentuh pihak perbankan.
Itu dikemukakan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya kepada wagataberita.com usai menyaksikan produk – produk teknologi yang dihasilkan mahasiswa di Kampus Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (Pens), Kamis (13/04/2017).
Ngurah menambahkan selain belum tersentuh pihak perbankan, juga masih terkendala masalah pasar. Padahal karya – karya yang dihasilkan tidak kalah dibanding karya yang ada di luar negeri.
“Mereka masih terkendala permodalan. Bank belum melirik mereka. Juga pasar masih menjadi permasalahan,” kata Ngurah Wijaya.
Itu sebanya, dia berjanji sesuai kemampuannya akan berusaha memfasilitasi baik dari segi perbankan maupun terkait pasar, terutama pasar luar negeri, khususnya Singapura.
Di Kampus Pens Surabaya, Dubes Singapura yang didampingi Atase Pendidikan Aisyiah Endah Palupi dan Melati Sosrowijojo (Humas) beserta rombongan, kata Andri Suryandari, M.Med.Kom (Humas) Pens, Dubes RI untuk Singapura diterima oleh Dr. Son Kuswadi Staf Khusus, Edi Satriyanto, S.Si.,M.Si Wakil Direktur 4, Dr. Rusminto Tjatur Widodo ST Wakil Direktur 1, Dr. Eng. Indra Adji S. Wakil Direktur 3 dan Eko Henfri Binugroho, M.Sc (Ketua Pusat Penelitian).
Dubes RI untuk Singapura juga berkesempatan meninjau laboratorium teknologi Pens.
Sebelum berkunjung ke Pens Surabaya, Dubes RI untuk Singapura itu, terlebih dahulu mengunjugi Universitas Sepuluh November atau ITS guna melihat berbagai karya teknologi mahasiswa ITS yang pernah dipamerkan ke Singapura. (Haludin Ma’waledha)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.