Rabu, 21 Oktober 2026, 21:20
Home / EDUKASI / PRODI BARU ITS BERSINERGI PEMKOT SURABAYA
Agus Zainal Arifin (Kanan), Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) ITS Surabaya Saat Memberikan Keterangan Pers Kepada Wartawan, Senin (15/05/2017). Sumber Foto : Riski Utomo Putri

PRODI BARU ITS BERSINERGI PEMKOT SURABAYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya segera membuka Program Studi (Prodi) baru yang akan bersinergi dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Itu untuk mendukung program smart ciries Pemkot Surabaya.

Agus Zainal Arifin, Dekan Fakultas Teknologi Informasi (FTIF) ITS Surabaya mengugkapkan itu kepada wartawan, Senin (15/05/2017). Kata Agus, Prodi baru itu adalah Teknologi Informasi. Ini nantinya akan berada di bawah naungan Fakultas Teknologi dan Komunikasi.

Prodi Teknologi Informasi di Indonesia sudah ada di tujuh Perguruan Tinggi yakni ITB, USU, UGM, UNEJ, UDAYANA, UB, dan UNIVERSITAS TELKOM.

Rencananya prodi tersebut, akan dibuka melalui jalur Program Kemitraan dan Mandiri (PKM). Namun pembukaan prodi baru itu, masih menunggu izin dari Kementerian Riset Teknologi Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti).

Prodi terbaru ini, nantinya akan fokus pada pengembangan sistem keamanan cyber, serta memberikan kontribusi pada pengembangan smart cities Pemkot Surabaya, Jawa Timur (Jatim).

“Adanya wacana smart cities, diperlukan ide – ide baru untuk melayani warga kota,” tutur Agus.

Smart cities merupakan ide yang dicanangkan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini untuk mengintegrasikan fasilitas publik dengan sistem online. Salah satu wujud smart cities terlihat pada sistem layanan publik, Unit Pelayanan Terpadu Satu Atap (UPTSA), mampu mengatasi masalah vital dengan cara yang mudah.

“Gadget kita sudah terkoneksi dengan internet, jadi harapan kedepan traffic light dan peralatan di rumah sakit dan perpajakan, juga harus terkoneksi dengan internet,” tandas Agus.

Agus Zainal Arifin juga menambahkan, Kota Surabaya dalam mewujudkan smart cities sendiri, sudah siap. Ada tiga poin yang perlu diperhatikan yakni investor, media dan pemerintah.

“Peran pemerintah kota salah satunya dengan investasi dan fasilitas tempat pendidikan inkubator. Sedangkan kita, sebagai perguruan tinggi, sudah ada 700 prodi di Indonesia yang mempelajari sistem komputer. Tinggal kemauan kita saja,” ujarnya. (Riski Utomo Putri/Halu)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO