Senin, 20 April 2026, 1:36
Home / ENTERTAINMENT / EVENT / KAMPUNG PUTAT JAYA WAKILI SURABAYA DALAM LOMBA KEBERSIHAN KAMPUNG JATIM
Salah Satu Sudut Tembok Lukisan Mural Di Kampung Putat Jaya. Sumber Foto : Riski Utomo Putri

KAMPUNG PUTAT JAYA WAKILI SURABAYA DALAM LOMBA KEBERSIHAN KAMPUNG JATIM

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kamis (18/05/2017), Kampung Putat Jaya, Surabaya, Jawa Timur terpilih untuk mewakili Kota Surabaya dalam lomba kebersihan kampung tingkat provinsi. Nantinya, penilaian akan dilakukan pada Senin (22/05) di RW 03, Kelurahan Putat Jaya.

Nantinya, pada lomba tersebut, Surabaya akan bersaing dengan tiga kota besar yang ada di jawa timur antara lain Kediri, Ponorogo dan Malang.

Camat Putat Jaya Yunus menuturkan alasan terpilihnya kampungnya mewakili surabaya karena sebelumnya, kampung tersebut memperoleh juara 1 lomba kebersihan tingkat kota. Selain itu, ia ingin mengubah kampung Putat Jaya yang dulu terkenal sebagai kawasan eks – lokalisasi dolly, menjadi kampung wisata dan kampung warna – warni. Hal itu terbukti dengan adanya lukisan mural di dinding – dinding kampung tersebut.

“Kami ingin memberi tema di setiap kampung, sehingga ada daya tarik dari warga surabaya maupun luar surabaya untuk berkunjung. Kalau sudah berkunjung akan membawa dampak positif bagi warga sekitar yakni peningkatan ekonomi,” kata Yunus.

Sementara itu, berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut penilaian lomba, mulai dari gotong – royong membersihkan kampung hingga peningkatan fasilitas warga. Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK), Karno menuturkan beberapa persiapan lain yang tengah dilakukan oleh warga Putat Jaya seperti, urusan administrasi, pembenahan dan peningkatan fasilitas bagi pelaku UKM, PAUD dan poskamling.

“Mengingat jadwal penjurian lomba tinggal hitungan hari lagi, maka kami mengajak seluruh warga untuk bergotong – royong mengebut pengerjaan ini agar cepat selesai,” tandas Karno.

Namun untuk saat ini Karno bersama warga akan lebih memfokuskan pengerjaan di beberapa kampung yang akan dijadikan penilaian utama oleh tim juri, diantaranya Gang 2A, 3A, 4A dan 8B.

“Alasannya, di kampung – kampung tersebut terdapat pelaku UKM telor asin, kurumi (rumput laut), Samijali, kerajinan batik dan sablon. Ini sebagai ajang pembuktian terhadap tim juri bahwa pelaku UKM bisa hidup mandiri lewat usahanya sendiri,” jelas lelaki berusia 52 tahun tersebut. (Rizki Utomo Putri/Halu)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO