Jumat, 19 Oktober 2018, 18:14
Home / NEWS / HUKUM / POLISI GADUNGAN CULIK DAN LECEHKAN KARYAWATI WINGS FOOD
Widarta (Kaos Biru, Red) Lebih Banyak Diam Saat Ditanya Petugas. Sumber Foto: Anggun Angkawijaya

POLISI GADUNGAN CULIK DAN LECEHKAN KARYAWATI WINGS FOOD

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Tim anti bandit Polrestabes Surabaya menangkap Widarta Prawiro (36), Kamis (01/06).

Warga Gading Pantai Gg. 5 Surabaya ini dibekuk oleh petugas karena menculik dan melecehkan DY (21), seorang karyawati Wings Food. Korban dipaksa Widarta melakukan solo seks dihadapannya.

Kasat reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Shinto Silitonga menjelaskan, peristiwa terjadi pada Rabu (31/05) dini hari.

Saat itu korban bersama pacarnya sedang berduaan di dekat pintu masuk Pantai Ria Kenjeran. Tiba – tiba sebuah mobil berhenti didekat mereka. Pelaku keluar dari lalu mendatangi korban.

“Pelaku mengaku anggota polisi dari kesatuan narkoba. Dia langsung memeriksa surat dan kartu identitas korbannya,” kata Shinto, Jumat (02/06/2017).

Dengan gaya dan cara bicara yang meyakinkan, Widarta pun berhasil mengelabui. DY yang tak membawa kartu identitas ketakutan. Dia dipaksa masuk mobil dan pacarnya disuruh membuntuti dari belakang menggunakan sepeda motor. Ternyata pelaku berhasil mengecoh pacar DY sehingga tidak bisa mengikuti.

Widarta Memperagakan Adegan Di Dalam Mobil. Sumber Foto : Anggun Angkawijaya

“Pelaku membawa korban keliling Surabaya. Di dalam mobil ini pelaku memaksa korban membuka baju dan celana sambil mengancam. Lalu korban disuruh solo sex dan pelaku menontonnya,” lanjut Shinto.

Puas menikmati adegan solo seks itu, lanjut Shinto, korban dibawa ke hotel The Legian di Jalan Tempurejo.

Di dalam kamar hotel, pelaku mengancam dan memaksa korban melakukan solo seks lagi. Setelah puas, Widarta meninggalkan DY di hotel.

Keesokan harinya DY melapor ke polisi dan Widarta ditangkap dalam waktu singkat.

“Dari pemeriksaan awal, pelaku positif pemakai sabu – sabu. Dia mengaku tidak memperkosa. Kami juga akan mendalami, apakah pelaku ini memiliki kelainan seks atau tidak,” ungkap Shinto.

Shinto menegaskan, Widarta dijerat dengan pasal berlapis, yaitu pasal 289 KUHP tentang tindakan kekerasan, pasal 333 dan 335 KUHP tentang penculikan. Ancamannya berupa hukuman selama lamanya enam tahun kurungan penjara.

Sebagai barang bukti polisi menyita satu unit mobil Nissan Grand Livina warna hitam Nopol L 1921 SS, satu unit telepon seluler merk Samsung, satu buah senter kejut, satu kaos lengan panjang wama hitam dan satu lembar KTP atas nama tersangka. (Anggun)

Check Also

JANJI IKUTI KEGIATAN WARGA KRUKAH, CAK YUHAS NAIK SEPEDA MOTOR AGAR TAK TERLAMBAT

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Anggota TNI dikenal tepat waktu dan tepat janji disiplin pada semua kegiatannya dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *