Sabtu, 5 September 2026, 18:40
Home / SURABAYA / TAK PANTAS CAGUB JATIM TUNGGAL
Para Jurnalis, Akademisi Dan Seniman Surabaya Foto bersama Usai Cangkru'an Bareng Membahas Cagub Jawa Timur. Sumber Foto : Dokumen Pribadi

TAK PANTAS CAGUB JATIM TUNGGAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Ini spontanitas. Tiba – tiba para jurnalis di Surabaya dan beberapa akademisi berkumpul di warung kopi Mbah Cokro di Prapen, Surabaya, Jawa Timur, Minggu (04/06/2017) malam.

Karena mereka terbilang lumayan banyak, ada diantara mereka berinisiatif menggelar terpal di depan warkop yang digandrungi kaum muda itu sebagai tikar.

Para jurnalis dari media online, media cetak dan televisi itu, duduk cangkru’an bersama dua akademisi dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya serta beberapa seniman di Surabaya.

Dalam obrolan santai itu, juga membahas mengenai langkah sejumlah pihak untuk menjadikan calon Gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) periode 2018 – 2023, hanya satu calon atau calon tunggal yang belakangan ini dipopulerkan dangan istilah Koalisi Jawa Timur.

‘’Rasanya tidak pantas cagub Jatim kalau hanya calon tunggal. Sebab cukup banyak tokoh, baik dari kader partai maupun non partai, yang layak menjadi calon Gubernur, ‘’kata Suko Widodo akademisi dari Unair.

Itu sebabnya, dia berpendapat upaya Halim Iskandar, Ketua PKB Jatim mewacanakan Cagub Jatim tunggal, perlu diwaspadai. ‘’Ini setingan yang amat kentara, jangan lagi rakyat ini dibodohi,‘’ tandasnya, lalu menambahkan, jika benar – benar itu menjadi kenyataan, ini menunjukkan partai – partai yang ada saat ini tidak mampu melahirkan kader – kader pemimpin. Bahkan esensi demokrasi menjadi tidak ada lagi. Karena itu, masih perlu didiskusikan lebih lanjut karena proses demokrasi itu ada di ruang publik, bukan hanya dikuasai sekelompok orang saja.

Senada dengan itu, juga dikemukakan Muktar. Akademisi Unair itu, menilai jika hanya melahirkan calon Gubernur Jatim tunggal, itu sama artinya partai politik saat ini, tidak mampu melahirkan pemimpin dan sekaligus gagal memberikan pilihan – pilihan politik bagi rakyat. ‘’Apa gunanya parpol banyak, kalau hanya satu pasangan calon. Kalau begitu kembali aja ke Orde Baru,‘’ ujarnya.

Dia menambahkan, wacana calon tunggal sesungguhnya oligarki politik yang menutup pilihan – pilihan politik rakyat. Karena itu dirinya berkeyakinan masih banyak figur yang pantas untuk bertarung memperebutkan kursi nomor satu Jawa Timur. Apalagi, calon Gubenur tunggal, masih sebatas wacana yang bersifat parsial, tandas Muktar.

Di Jawa Timur, cukup banyak tokoh potensial yang memiliki kapabilitas dan kredibitas untuk menjadi calon Gubernur Jawa Timur. Ada tiga Bupati/Walikota memiliki reputasi dunia internasional, tentu mereka pantas untuk menjadi cagub Jawa Timur.
Ketiga Bupati/Walikota itu, masing – masing Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi) dan Suyoto (Bupati Bojonegoro).

Selain itu, ada Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), La Nyalla Mattaliti (pengusaha), Kusnadi (politisi PDI Perjuangan), Nurhayati Assegaff (anggota DPR RI dari Partai Demokrat), Hasan Aminuddin (anggota DPR RI dari Partai Nasdem) dan masih banyak lagi figur yang belum muncul ke permukaan. (Haludin Ma’waedha)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO