Jumat, 20 April 2018, 13:59
Home / NEWS / HUKUM / PABRIK SIRUP TAK BERIJIN DIGEREBEK SATGAS PANGAN POLRESTABES SURABAYA
Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Lili Djafar Menunjukkan Sirup Produksi Gunung Berlian. Sumber Foto : Anggun Angkawijaya

PABRIK SIRUP TAK BERIJIN DIGEREBEK SATGAS PANGAN POLRESTABES SURABAYA

WAGATABERITA​.COM – SURABAYA. Satgas pangan Polrestabes Surabaya masih terus melakukan operasi. Hasilnya, petugas menemukan pabrik sirup tanpa ijin edar di Jalan Ngaglik No 58 Surabaya pada Selasa (13/06) lalu.

Karena tak mempunyai ijin edar, petugas menutup PT Gunung Berlian yang dimiliki FM (64). Dari tempat tersebut, polisi menyita ratusan botol sirup merek Kita dan Sriti. Selain itu ada juga stiker label, tutup botol, botol kosong dan alat – alat produksi yang diamankan.

FM (Baju Kuning, Red), Pemilik Perusahaan Saat Melarang Wartawan Memotret Pabriknya. Sumber Foto : Anggun Angkawijaya

PT Gunung Berlian yang berdiri sejak 2009 lalu ini berada di pusat kota. Dari pengamatan wagataberita.com dilapangan, pabrik ini menggunakan alat alat yang cukup sederhana.

Yang membuat miris, air bahan pembuatan sirup tersebut diambil dari PDAM dan ditampung dalam tandon bawah tanah. Kondisi airnya terlihat kotor dan berwarna gelap. Tidak ditemukan alat untuk memasak air.

Barang Bukti Berupa Ratusan Botol Sirup Dan Alat Penempel Label Diamankan Polisi. Sumber Foto : Anggun Angkawijaya

Kamis (15/06/2017) saat petugas menggelar pers release di tempat kejadian perkara, FM pemilik  perusahaan marah. Wanita ini tak mau diekspose oleh wartawan.

“Keluar – keluar! Saya tidak mau wartawan masuk rumah saya. Keluar!” usir FM.

“Ijin edar saya telat lima bulan. Usaha saya resmi,” kata FM.

Namun setelah dibujuk petugas akhirnya FM tak berdaya dan membiarkan para awak berita mengambil gambar pabrik miliknya.

Beginilah Tandon Air Yang Ditemukan Di Pabrik Sirup Milik FM. Sumber Foto : Anggun Angkawijaya

Wakil kepala satuan reserse kriminal Polrestabes Kompol Bayu Indra Wiguna menjelaskan industri rumahan ini tidak memiliki ijin produksi.

“Pemilik juga tidak mempunyai ijin dari BPOM. Jadi kami menutup sementara perusahaan ini,” kata Bayu.

Polisi akan memeriksa kandungan apa saja yang terdapat dalam sirup tersebut. Apakah mengadung bahan berbahaya atau tidak.

Menurut FM sirup ini dijual dengan harga per botol sebesar Rp 6000 rupiah dan Rp 100 ribu untuk satu kardus isi 12.

Dalam kasus ini FM dijerat dengan pasal 140 Jo pasal 91 UU RI NO 18 tahun 2012 tentang pangan tanpa ijin dan pasal 62 Jo pasal 8 huruf i UU RI NO 8 tahun 1999 tentang pangan tanpa label yang harus dipasang. (Anggun)

Suasana Saat FM Marah, Tak Mau Tempatnya Didatangi Wartawan. Sumber Video : Anggun Angkawijaya

Check Also

STOK PANGAN DAN INFLASI JELANG RAMADHAN AMAN TERKENDALI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kata Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo tentang stok bahan pokok di Jawa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *