Minggu, 21 Oktober 2018, 9:30
Home / NEWS / PAKDE KARWO MINTA PA GMNI TERAPKAN TRISAKTI DALAM GLOBALISASI
Pakde Karwo Selaku Ketua DPD Pengurus Pusat PA GMNI Foto Bersama Anggotanya Di Jl. Teratai No.24 Surabaya, Minggu (23/07/2017). Sumber Foto : Endri Soedarto

PAKDE KARWO MINTA PA GMNI TERAPKAN TRISAKTI DALAM GLOBALISASI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo meminta Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Jatim untuk menerapkan trisakti dalam globalisasi atau pasar bebas. Konsep Trisakti yang digagas Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya mendapat tantangan yang makin berat di era globalisasi.

Hal tersebut disampaikannya saat Silaturahmi dan Peresmian Kantor Dewan Pengurus Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Jawa Timur Jl. Teratai No. 24 Surabaya, Minggu (23/07/2017) malam.

Pakde Karwo, sapaan lekat Gubernur Jatim menjelaskan, Trisakti adalah kedaulatan politik. Basisnya kepentingan nasional jangan sampai larut dalam globalisasi. Ideologi jangan larut pada pragmatisme.

Penerapan trisakti, lanjutnya, dalam globalisasi diperlukan karena semakin hari, krisis ini semakin panjang ditambah dengan kondisi masyarakat kecil yang membeli semakin melemah.

“Semakin hari semakin kuat dampak globalisasi, sedangkan kemampuan membeli masyarakat tidak naik, jelas Pakde Karwo selaku Ketua Dewan Pertimbangan Dewan Pengurus Pusat/DPP PA GMNI.

Untuk itu, Pakde Karwo mengusulkan dalam menerapkan trisakti terhadap perkembangan globalisasi dapat dilakukan dengan cara yakni politik, ekonomi, dan kebudayaan harus holistik untuk mengatasi ketimpangan.

Menurutnya, globalisasi menjadi strategi baru dalam liberalisasi dan kapitaliame. Namun dalam implementasinya sering melupakan bahwa yang kecil harus dilindungi masyarakat. Hampir semua negara yang menganut liberalisasi, pengangguran mencapai 11 – 16 persen.

“Kita tidak perlu anti terhadap globalisasi. Tetapi harus tetap melindungi masyarakat kecil. Wong cilik basis yang harus dipelihara, karena yang kecil akan jatuh tidak efisien,” katanya. (Endri Soedarto/Halu)

Check Also

KUNJUNGI LOMBOK PRESIDEN PANGKAS 17 PROSEDUR PENCAIRAN DANA BANTUAN JADI 1 PROSESUR

WAGATABERITA.COM – LOMBOK. Presiden Joko Widodo bertolak ke Kabupaten Lombok

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *