WAGATABERITA.COM – MUNA. Akhirnya Pemkab Muna, di bawa pimpinan Bupati Muna, LM Rusman Emba, mulai menjawab sorotan publik terkait Visi dan Misinya yang lamban di laksanakannya yang pernah dijanjikan kepada masyarakat Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Pilkada 2015 yang lalu.
Pemkab Muna, mulai mengacak – acak pemerataan pembangunannya. Mulai dari sektor pertanian, sektor pendidikan, maupun sektor pembangunan lainnya sudah mulai di laksanakan, dari desa ke kota.
Seperti halnya pada sektor pertanian yang di kelolah oleh Dinas Pertanian, sebanyak ratusan sumur, bakal mengobrak – abrik lahan pertanian warga petani yang ada di berbagai desa di Muna. Ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Di sektor pendidikan, juga berbagai gedung – gedung sekolah yang kontrusksi bangunannya sudah tua, di hancurkan untuk di lakukan pembangunan baru.
Untuk di sektor lainnya, di ibu Kota Kabupaten Muna yakni Raha, Dinas pekerjaan umum, mulai membongkar berbagai ruas jalan dan bahu jalan di seluruh pelataran jalan ibu kota daerah penghasil jati itu, dalam rangka penataan kota dan perluasan jalur jalan menjadi dua jalur. Upaya itu dilakukan demi menunjang kekurangan kebutuhan yang di alami masyarakat Muna selama ini.
Masih banyak lagi sektor pertumbuhan ekonomi lainnya yang saat ini telah di gagas oleh Calon Gubernur Sultra pemilik tagline Peradaban Baru itu, yang masih dalam tahap proses, dan sudah mulai di laksanakan di tahun 2017 ini dan akan dikejarnya hingga sebelum masa baktinya berakhir sebagai Bupati Muna.
Bupati Muna terkait pembongkaran ruas jalan dan bahu jalan yang ada di beberapa titik jalur perkotaan dan kecamatan yang ada di Muna, menjelaskan bahwa persoalan itu telah di komunikasikan dengan berbagai pihak. Karena Kabupaten Muna itu adalah sebagai salah satu daerah penyangga Provinsi Sultra, sehingga kita harus berani memiliki inisiasi untuk meningkatkan pembangunan infrastruktur jalan, agar kita menjadi perhatian pemerintah pusat.
“Selain jalanannya representatif disamping itu juga kita akan membuat jalan berstandar nasional. Komunikasi telah kita lakukan, olehnya itu pelebaran jalan dalam kota Raha, termaksud jalan poros Motewe – Watopute, serta jalan poros di Kecamatan Duruka – Kecamatan Lohia, mulai dilakukan,” ucapnya.

Ditambahkan, dalam konsep kita itu, perlu di maksimalkan luas ruas jalan. Yang tadinya lebar jalan 3 – 4 meter, sekarang kita tingkatkan menjadi 14 meter. “Insya Allah, pembangunannya kita sudah mulai laksanakan, walaupun jalan nasional tapi kita sudah komunikasikan. Tanpa inisiasi dari Pemerintah daerah, pihak balai juga tidak akan bisa membuat jalanan,” kata Rusman Emba kepada wagataberita.com.
Pelebaran jalan sepanjang 15 kilometer, lanjut pemiliki tagline Mai Te Wuna itu juga, pada tahap pertama yang sementara berjalan itu, termaksud pengaspalan dengan mekanisme penetrasi, itu juga adalah insiasi Pemda, sambil berharap perhatian dari pemerintah pusat.
“Pemerintah pusat tentu punya mekanisme tersendiri dalam standar pengaspalan. Untuk anggaran tahap pertama itu hampir 7 miliar dari APBD. kita berharap tahun ini bisa selesai dan berjalan efektif tidak ada kendala maka akan sedikit ada perubahan di wajah Kabupaten Muna. Maka untuk itu kita maksimalkan di anggaran perubahan,” tutur pemilik Tagline Peradaban Baru itu.

Selain sektor Pembangunan Infrastruktur jalan, pihaknya juga akan melakukan pembangunan pada infrastruktur publik, diantaranya Pembangunan Gedung Pelayanan Terpadu, Kompleks Perumahan Adat, Jogging Park dan Lapangan Footsal, yang juga sementara berjalan pembangunannya dengan menggunakan ABPD murni. Sementara untuk wilayah lainnya seperti di pedesaan, itu kami lagi konsen pada kawasan pertanian masyarakat.
“Hampir semua kegiatan terpusat di kota. Tentu banyak sarana prasarana pembangunan yang harus menjadi standar termaksud penataannya. Sebetulnya keindahan kota raha terletak di pantai sehingga kalau ini kita maksimalkan bisa menjadi potensi wisata. Tidak terlepas pula untuk di wilayah pedesaan, saat ini kami lagi konsen pada pembangunan di kawasan pertanian. Dan sudah ada beberapa kegiatan yang juga sudah mulai di laksanakan, untuk memenuhi kekurangan kebutuhan para petani. Seperti sumber air serta kekurangan kebutuhan lainnya ,” Tandasnya. (Zainal Arifin Suyoto/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.