Sabtu, 23 Juni 2018, 13:38
Home / EKONOMI / KEUANGAN / PEMBENGKAKAN BELANJA HIBAH DAN BANSOS PEMKAB TRENGGALEK, WAKIL RAKYAT ANGKAT BICARA
M. Hadi, Ketua Fraksi PKB DPRD Trenggalek.

PEMBENGKAKAN BELANJA HIBAH DAN BANSOS PEMKAB TRENGGALEK, WAKIL RAKYAT ANGKAT BICARA

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Adanya realisasi belanja hibah dan bansos oleh Pemerintah Kabupaten Trenggalek tahun 2016 lalu yang mengalami pembengkakan dari rencana, menimbulkan pertanyaan bagi wakil rakyat yang duduk di DPRD Kabupaten Trenggalek.

Itu karena pembengkakan menunjukkan bahwa belanja hibah dan bansos telah meleset jauh dari perencanaan.

Berdasarkan pengamatan terhadap belanja hibah dan bansos tahun 2016, yang dipelajari dari nota pengantar pertanggung jawaban APBD Kabupaten Trenggalek tahun 2016 diketahui ada pembengkakan realisasi yang cukup besar dibanding dengan perencanaannya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi PKB Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Trenggalek M. Hadi mengatakan, untuk belanja hibah yang dalam perencanaannya dianggarkan sekitar Rp 22 miliar, namun pada realisasinya justru membengkak menjadi lebih dari Rp 24 miliar. “Ini terbukti jika pada belanja hibah yang direncanakan anggarannya sekitar Rp 22 miliar, malah menjadi Rp 24 miliar. Sedangkan untuk anggaran bansos yang semula dianggarkan sekira Rp 3 miliar, namun realisasinya justru meningkat 100% yaitu mencapai Rp 6 miliar lebih,” ungkapnya saat ditemui, Selasa (08/08/2017).

Lebih lanjut Hadi mengungkapkan, meski pada tahun 2016 diketahui ada pembengkakan realisasi dari belanja dan bansos, namun hingga saat ini pembengkakan realisasi tersebut, belum pernah ada pembahasan secara detail dari Pemerintah Kabupaten dengan pihak DPRD Kabupaten Trenggalek.

Tak hanya mengkritisi terkait adanya pembengkakan belanja dan bansos yang terjadi pada tahun anggaran 2016, sejumlah wakil rakyat juga mengkritisi permasalahan aset daerah yang hingga saat ini dinilai masih bermasalah.

“Sebenarnya bukan hanya permasalahan adanya pembengkakan belanja hibah dan bansos tahun anggaran 2016 saja, namun ada pula permasalahan lain seperti sejumlah aset daerah yang bermasalah. Kami berharap agar permasalahan tersebut bisa segera ditindak lanjuti dan diselesaikan,” imbuhnya. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

MUDIK LEBARAN, SATLANTAS POLRES TRENGGALEK CEK KESEHATAN SUPIR DAN KELAYAKAN BUS

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Sejumlah Supir maupun kru angkutan umum di terminal Surodakan Trenggalek diperiksa kesehatannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *