Jumat, 20 Juli 2018, 10:01
Home / EDUKASI / KETUA PBNU TRENGGALEK TOLAK PENERAPAN FULL DAY SCHOOL
Ketua PBNU Kabupaten Trenggalek, KH Fatkhulloh Sholeh. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

KETUA PBNU TRENGGALEK TOLAK PENERAPAN FULL DAY SCHOOL

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Ketua Pimpinan Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kabupaten Trenggalek, KH Fatkhulloh Sholeh menyatakan sikap terkait penolakan terhadap rencana penerapan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  (Permendikbud), RI Nomor 23 tahun 2017 tentang kebijakan Full Day School. Seperti yang diketahui aksi penolakan yang dilakukan oleh PCNU Kabupaten Trenggalek ini diantaranya dengan membuat pernyataan sikap bersama pengurus cabang, pengurus Kecamatan, ranting, bahkan Badan otonom Daerah.

Pihaknya memastikan atas bentuk penolakan ini masih akan terus ditindak lanjuti. Tak segan – segan, bahkan Gus Loh, sapaan akrabnya, akan melakukan demo besar – besaran jika tidak ada titik penyelesaian terkait masalah tersebut.

“Saat ini seluruh pengurus NU, baik di desa maupun kota, sudah diminta membentangkan spanduk penolakan sebagai bentuk protes dari kebijakan Menteri Muhajir Efendi, tak terkecuali di Kabupaten Trenggalek. Kami akan segera memasang spanduk penolakan terhadap kebijakan yang menerapkan sistem full day school di lingkup Nadhatul Ulama di Kabupaten Trenggalek,” ucapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (12/08/2017).

Lebih lanjut, bahwa berdasarkan Permendikbud RI terkait adanya sistem Full Day School atau sekolah sehari penuh, PCNU Kabupaten Trenggalek menyatakan bahwa FDS harus didahului dengan kajian yang matang dan utuh. Dalam kondisi satuan pendidikan yang masih dibawah standar dan sekolah ramah anak belum berjalan dengan baik sehingga penerapan FDS dirasa tidak akan berjalan efektif.

Selain itu keragaman kondisi peserta didik, orang tua dan masyarakat sudah terfasilitasi dengan model pembelajaran yang beragam. Seperti yang reguler normal dan yang seharusnya penuh, sehingga orang tua diberikan keleluasaan untuk memilih. Bahkan dalam kondisi tertentu anak tidak perlu berlama – lama disekolah agar cepat berinteraksi dengan orang tua dan lingkungan sekitar.

“Dari alasan – alasan dan pertimbangan yang ada maka dengan ini PCNU Kabupaten Trenggalek menyatakan sikap penolakan terhadap penerapan Program Full Day School (FDS) khususnya di wilayah Kabupaten Trenggalek,” pungkas Gus Loh.
(Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

SURABALI SUMMER PROGRAM, MELATIH KREATIFITAS PARA MAHASISWA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Untuk mengikuti perkembangan jaman saat ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *