Minggu, 19 April 2026, 3:31
Home / KESEHATAN / BALAI BPOM SURABAYA TINGKATKAN PEMBERANTASAN OBAT ILEGAL
Kepala BBPOM Surabaya Dra. Hardaningsih, Apt.MHSM Saat Konferensi Pers Serta Menunjukkan Bukti Obat Ilegal Di Kantor BBPOM Surabaya, Rabu (04/10/2017). Sumber Foto : Endri Soedarto

BALAI BPOM SURABAYA TINGKATKAN PEMBERANTASAN OBAT ILEGAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Kepala BBPOM Surabaya, Dra. Hardaningsih, Apt.MHSM mengatakan, penyalahgunaan obat di kalangan remaja meningkat akhir – akhir ini. Salah satunya peredaran obat carisoprodol dan trapadol yang sangat berpengaruh terhadap syaraf. Termasuk belum lama ini beredar kabar penggunaan obat Paracetamol Caffein Carisoprodol (PCC) di kalangan pelajar di Kendari, Sulawesi Tenggara. Kandungan PCC yakni carisoprodol sendiri ijinnya sudah dibatalkan BPOM sejak 2013. Untuk itu ia meminta kerjasama dan dukungan dari berbagai unsur dalam menanggulangi pemberantasan obat ilegal di Jatim, Ujar Bu Ningsih panggilan akrab Hardaningsih.

Aksi nasional pemberantasan obat ilegal ini digagas BPOM dengan tujuan memberantas obat ilegal dan penyalahgunaan obat di Indonesia hingga ke akarnya. Sebelum aksi pencanangan ini, BPOM/Balai POM di seluruh Indonesia telah melakukan operasi terpadu khusus pengawasan obat yang sering disalah gunakan, terutama obat – obat tertentu. Selain itu, dilakukan audit terpadu ke sarana – sarana produksi dan distribusi resmi. Audit ini dilakukan untuk memverifikasi penarikan dan pemusnahan obat yang mengandung zat aktif carisoprodol.

BPOM juga terus melakukan strategi pengawasan untuk mencegah terjadinya peredaran obat ilegal dan penyalahgunaan obat, yaitu dengan strategi pencegahan, pengawasan dan penindakan.

Strategi pencegahan dilakukan melalui penguatan regulasi, pelaksanaan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), serta pemberdayaan masyarakat. Strategi pengawasan mencakup penguatan kerjasama lintas sektor, penguatan manajemen dan utilisasi database, serta intensifikasi pengawasan berbasis resiko. Sementara strategi penindakan difokuskan pada tahap importasi, produksi dan distribusi obat.

Dalam acara ini dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama pemberantasan obat ilegal dan penyalahgunaan obat oleh Wagub Jatim, Kepala BBPOM Surabaya, Kepala BNN Prov. Jatim, Kepala Bea Cukai Jatim I, serta perwakilan dari kepolisian, kejaksaan, dan asosiasi perusahaan farmasi. Usai penandatanganan, Gus Ipul dan tamu undangan lain melakukan pemusnahan barang bukti obat illegal di depan kantor BBPOM Surabaya. (Endri Soedarto)

Check Also

AJAK KOMPAK ORANG TUA SISWA PETRA 5 ADAKAN FUN RUN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Student Learning Outcomes atau Disingkat SLO