Sabtu, 20 Januari 2018, 20:19
Home / PERTANIAN / MAKSIMALKAN HASIL PANEN, BBPP AJARI PETANI BUAT PRODUK
Para Petani Saat Ikuti Kegiatan Peningkatan Mutu Hasil Tanaman Hortikultura, Selasa (28/11/2017), Sumber Foto : Zulkiflie

MAKSIMALKAN HASIL PANEN, BBPP AJARI PETANI BUAT PRODUK

WAGATABERITA. COM – PROBOLINGGO. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, bersama Balai

Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang Kementerian Pertanian RI, adakan kegiatan bertema peningkatan mutu hasil tanaman Hortikultura, Selasa (28/11/2017).

Kegiatan tersebut, ditujukan bagi para petani kabupaten Probolinggo, guna penanganan pasca panen, dan pengolahan hasil pertanian.

Sekitar 60 orang hadir pada kegiatan tersebut. Mereka merupakan para petani bawang merah, cabe dan mangga. Dalam kegiatan itu, para petani dibekali sejumlah materi kebijakan umum penanganan pasca panen.

Untuk pertanian Hortikultura, materi diberikan oleh Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura DKPP Kabupaten Probolinggo, Handaka Murwanta. Sedangkan materi penanganan pasca panen komoditi bawang merah, cabe dan mangga, diberikan oleh Hadi Feriyanto, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan Malang Kementerian Pertanian RI.

Kepala DKPP Kabupaten Probolinggo Ahmad Hasyim Ashari melalui Kasi Tanaman Holtikultura Fajar Rahadiyanto mengatakan, selain untuk menambah wawasan petani holtikultura tentang metode penanganan pasca panen dan pengolahan hasil pertanian.

Melalui kegiatan tersebut, petani kedepan diharapkan bisa meningkatkan mutu hasil tanaman hortikultura, di kabupaten Probolinggo. “Misal saat panen raya, dan hasil pertanian melimpah. saya harap petani tidak menjual dalam kondisi mentah saja. Tapi juga diolah, menjadi sebuah produk yang mampu meningkatkan nilai jualnya,” pungkas Fajar.

Lebih lanjut Fajar menjelaskan, jika banyak produk yang bisa dihasilkan dari komoditi bawang merah, cabe dan mangga. Beberapa produk tersebut, tentunya akan lebih awet dari pada dijual dalam bentuk mentah.

“Setidaknya ada diversifikasi produk dari komoditi bawang merah, cabe dan mangga. Misal, mangga bisa dibuat sirup, dodol, manisan dan lain sebagainya. Bahkan kulitnya pun bisa dimanfaatkan dibuat pektin. Kalau di luar negeri, malah lebih mahal pektin dari pada mangganya,” tandas Fajar.

Seperti diketahui, setiap panen raya tiba para petani kerap kebingungan, jika hasil panen yang dihasilkan melimpah ataupun kelebihan stok. Pasalnya, akan mempengaruhi harga jual hasil panen dipasaran. (Zulkiflie/Halu)

Check Also

GUBERNUR JATIM : STOK BERAS JATIM SECARA GARIS BESAR AMAN

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Siaran pers Kepala Biro Humas dan Protokol, Drs. Benny Sampir Wanto, MSi. Senen …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *