Sabtu, 18 Agustus 2018, 5:29
Home / NEWS / EPILEPSI, PRIA DI TRENGGALEK TEWAS HANYUT DI SUNGAI
Proses Evakuasi Korban. Sumber Foto : Ayu Mila Sari

EPILEPSI, PRIA DI TRENGGALEK TEWAS HANYUT DI SUNGAI

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Diduga terpeleset, seorang pria di Trenggalek tewas terhanyut disungai. Korban yakni Rudi Hermawan (34) warga Dusun Krajan Rt 09 Rw 05 Desa Pule Kecamatan Pule Kabupaten Trenggalek.

Berdasarkan informasi yang diterima dari pihak kepolisian, kejadian tersebut berawal saat kakak korban yang bernama Lilik Kurniawati (40) melihat korban sebelumnya duduk didalam rumah. Selanjutnya saksi meninggalkan korban untuk berbelanja ke toko yang ada dipasar Pule.

Kasubag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi membenarkan adanya kejadian korban hanyut disukai yang ada dibelakang rumah. “Kejadian terhanyutnya korban disungai yang ada di belakang rumahnya ini memang benar adanya. Menurut keterangan dari pihak keluarga, korban memang sering duduk menyendiri di pinggir sungai yang ada dibelakang rumah,” ucapnya, Minggu (10/12/2017).

Diakui Supadi, sesaat ditinggalkan oleh saksi, korban sudah tidak berada didalam rumah. Merasa khawatir, saksi berusaha mencari korban disekitar rumah. Ingat bahwa korban setiap hari selalu duduk – duduk ditepi sungai yang ada dibelakang rumah.

Setelah beberapa saat saksi mencari keberadaan korban, saksi menemukan sepasang sandal jepit milik korban berada dibibir sungai. Merasa curiga, saksi memeriksa disekitar sungai hingga menemukan tubuh korban mengapung didasar sungai dan disekeliling tubuh korban terdapat banyak buih.

“Melihat kejadian tersebut saksi segera meminta pertolongan untuk mengevakuasi korban. Sayangnya, setelah berhasil dievakuasi korban sudah tidak dapat tertolong lagi. Selanjutnya saksi melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti,” imbuhnya.

Atas kejadian tersebut pihak kepolisian mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya kemeja lengan pendek bermotif kotak warna biru, celana pendek dan sandal jepit milik korban.

Dari hasil olah TKP, tidak ditemukan adanya tanda – tanda dan bekas – bekas kekerasan atau penganiayaan yang tidak wajar pada tubuh korban. Dan terdapat luka lecet pada lutut kanan serta gigi bagian bawah korban dan atas dalam posisi menggigit lidah.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, diduga korban meninggal dunia lantaran penyakit epilepsi (ayan) yang diderita selama ini kambuh.

Penyakit ayan yang diderita korban setiap hari kambuh, bahkan dalam sehari bisa 3 kali kambuh. Namun korban rajin mengkonsumsi obat epilepsi setiap harinya. Sehari sebelum kejadian, penyakit epilepsi yang diderita korban sempat kambuh saat korban sedang berada dibelakang rumah, namun diketahui oleh kakak kandungnya (saksi) sehingga nyawa korban dapat tertolong. (Ayu Mila Sari/Halu)

Check Also

GANDENG MARK PLUS, PEMKAB TRENGGALEK DORONG PENGELOLAAN POTENSI DAERAH 

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Gandeng Mark Plus, Pemerintah Kabupaten Trenggalek dorong pengelolaan potensi daerah guna proses …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *