Sabtu, 26 Mei 2018, 15:22
Home / NEWS / HUKUM / BAKESBANGPOL INGATKAN WARGA BAHAYA PRAKTEK MONEY POLITIK DAN SEJENISNYA
Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga, Bakesbangpol kota Probolinggo, _Kamis_ (22/03/2018), Sumber Foto : Zulkiflie

BAKESBANGPOL INGATKAN WARGA BAHAYA PRAKTEK MONEY POLITIK DAN SEJENISNYA

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Masuknya momen Pemilihan umum kepala daerah di kota Probolinggo, Jawa Timur, Mengundang perhatian Bakesbangpol (Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Red), Agar masyarakat tidak terjerembak dalam praktek – praktek yang dapat mencederai pesta demokrasi.

Kamis (22/03/2018), Bakesbangpol kota menggelar sosialisasi bahaya money politik, dan kecurangan dalam pemilihan umum kepala daerah. Sosialisi menghadirkan kalangan masyarakat, Mulai tingkatan RT, RW, KPU, Panwaslu kota Probolinggo, dan Polri.

Menurut Slamet Hariyanto, Selaku Kepala Bidang Hubungan Antar Lembaga, Bakesbangpol kota Probolinggo, Diadakannya sosialisasi kali ini, bertujuan memberikan edukasi dan pemahaman terhadap masyarakat, Agar menghindari praktek – praktek money politik ataupun sejenisnya.

“Jadi disini bakesbangpol ingin menjadi fasilitator, penghubung antara masyarakat, kpu, dan panwaslu agar melawan beragam praktek money politik. Contohnya, seperti deal – deal politik dengan timses paslon, atau kontrak politik,” Ujar Slamet.

Slamet menjelaskan, Jika masyarakat sampai terjebak dalam praktek – praktek tersebut, Dapat dipastikan akan merugikan mereka sendiri. Sebab, dengan kontrak politik itu, Masyarakat tidak akan mendapatkan pemimpin yang ideal.

“jadi melalui sosialisasi ini, kita tak hanya ingin menyasar masyarakat umum, tapi juga para pemilih pemula seperti pelajar yang mempunyai hak pilih,” Terang Slamet.

Lanjut Slamet, Ia menghimbau agar masyarakat kota Probolinggo, Tidak asal – asalan ataupun karena faktor uang dalam memilih Paslon, Dalam gelaran Pemilukada kota Probolinggo mendatang.

Sementara, Saat disinggung jika nantinya diketemukan praktek kontrak politik dalam gelaran Pemilukada kota Probolinggo, Slamet menyatakan jika hal tersebut bukan ranahnya. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Panwaslu, Selaku pihak yang memiliki wewenang dalam pengawasan pemilu.

“soal temuan ada tidaknya praktek seperti kontrak politik itu, merupakan kewenangan Panwas ataupun polisi sebagai penindaknya,” tandas Slamet. (Zulkiflie)

Check Also

POLISI TRENGGALEK AMANKAN PELAKU PENCURIAN ASAL PASURUAN

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Kepolisian Resort Trenggalek berhasil menangkap seorang pria yang diduga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *