Sabtu, 26 Mei 2018, 15:19
Home / TRAVEL / HOTEL STORY / YUKZ TRAVELING KE ‘KAMPUNG NABERNAH’ KALI BANGER PROBOLINGGO
Inisiator Kampung Nabernah, Minggu (06/05/2018) Sumber Foto : Zulkiflie

YUKZ TRAVELING KE ‘KAMPUNG NABERNAH’ KALI BANGER PROBOLINGGO

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Bagi masyarakat kota Probolinggo, nama ‘Kali Banger’ sudah tidak asing lagi di telinga warga setempat. Selain menyimpan cerita rakyat di dalamnya, Kali Banger atau dalam bahasa Indonesia berarti sungai kumuh, kerap di cap warga sebagai aliran sungai yang kotor dan berbau.

Namun berbeda dengan kondisi ‘Kali Banger’ saat ini, khususnya yang terletak di RT 03, RW 14 kelurahan Mangunharjo kecamatan Mayangan kota Probolinggo. Berbekal semangat gotong royong, masyarakat setempat mulai berbenah, mempercantik kondisi Kali Banger, dan suasana perkampungan.

Menggunakan kanvas, dengan beragam warna cat. Warga mulai mewarnai tiap fasilitas umum, yang ada di kampung setempat. Seperti jalanan kampung, pos kamling, jembatan, hingga bantaran sungai.

Selain kesan bangunan berwarna – warni, ada juga goresan – goresan mural, serta gambar-gambar dengan pola air brush, di perkampungan warga yang berlokasi di tengah kota Probolinggo itu.

Abdullah, selaku ketua RT setempat menyebut, dengan berubahnya kondisi kampungnya itu, kini banyak warga yang menamainya kampung Nabernah. Kampung Nabernah dalam bahasa Indonesia, berarti kampung warna – warnai.

Areal Spot Foto Kampung Nabernah, Minggu (06/05/2018) Sumber Foto : Zulkiflie

“warga disini sengaja memperbaiki wajah kampung, yang terletak di aliran kali banger ini, agar tidak dicap lagi sebagai lokasi perkampungan kumuh,” ujar Abdullah, Minggu (06/05/2018).

Sementara itu, gagasan adanya kampung Nabernah sendiri, muncul dari seorang Habib Hadi Zainal Abidin yang merupakan salah satu tokoh masyarakat kota Probolinggo. Habib Hadi berharap, melalui kampung Nabernah kedepan daerah Kali Banger, bisa menjadi salah satu jujugan lokasi wisata di kota Probolinggo.

“kita ingin nilai histori dari kali banger ini tidak pudar, kalo dulunya diceritakan ada kaitannya dengan lokasi tewasnya adipati minak jinggo. kedepan lokasi ini juga dikenal dengan areal wisata kampung warna – warninya,” jelas mantan anggota DPR RI, Komisi VII yang membidangi Energi Sumber Daya Mineral, Riset & Teknologi, Lingkungan Hidup.

Aliran Kali Banger, Minggu (06/05/2018) Sumber Foto : Zulkiflie

Sebagai infomasi, menurut cerita rakyat Probolinggo. Kali Banger dahulunya dikenal merupakan tempat tewasnya adipati Blambangan, yakni Minak Jinggo usai bertarung dengan Damarwulan.

Damarwulan merupakan lawan dari Minak Jinggo, saat memperebutkan ratu Kencana Wungu sebagai istri, yang mana diketahui adalah penguasa kerajaan Majapahit. (Zulkiflie)

Check Also

ADU MONCONG PENGENDARA MOTOR TEWAS DI JALUR PANTURA SUMBERASIH

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Nahas dialami dua pengendara motor di

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *