Minggu, 19 Agustus 2018, 22:52
Home / NEWS / PASTIKAN KEAMANAN KAPOLRI DAN PANGLIMA TNI SAFARI RAMADHAN KE SURABAYA DI DAMPINGI PAKDE KARWO

PASTIKAN KEAMANAN KAPOLRI DAN PANGLIMA TNI SAFARI RAMADHAN KE SURABAYA DI DAMPINGI PAKDE KARWO

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Siaran pers Kepala Biro Humas Dan Protokol Drs. Benny Sampirwanto, M.Si. Jumat (01/06/2018), menerangkan Kapolri, Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto melakukan safari ramadhan, buka puasa, dan sholat tarawih bersama di Mapolrestabes Surabaya, Jl. Sikatan Surabaya, Kamis (31/05).

Didampingi Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo maksud Kedatangan dua pimpinan tertinggi Polri dan TNI ini dalam rangka memastikan bahwa situasi dan kondisi keamanan di Jatim, khususnya Kota Surabaya, telah sepenuhnya pulih pasca tragedi terorisme bom yang terjadi di Surabaya pada 13 – 14 Mei lalu.

Dalam sambutannya, Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan, aksi terorisme disebabkan proses penanaman dan pemahaman ideologi yang salah, dan terjadi dalam waktu yang panjang. “Pelaku teror ini bukan memahami ideologi radikal ini bukan sehari – dua hari, seminggu, lalu langsung melakukan aksi. Tapi proses ideologi ini berjalan berbulan – bulan, dan bertahun – tahun,” katanya.

Karena itu, lanjutnya, sebelum terjadi aksi serupa, agar dilakukan langkah antisipasi supaya mereka bisa sadar dan kembali pada ideologi yang benar. Langkah tersebut memerlukan kerjasama seluruh pihak, baik pemerintah, polisi, TNI, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat.

“Kalau soal menangkap teroris, itu tugas kita sebagai polisi dan TNI. Tapi soal membendung orang supaya tidak terpengaruh idelogi radikal, kami tidak memiliki kemampuan itu. Sebab, kami tidak dilatih memahami ideologi dan ayat – ayat secara mendalam. Jadi kita perlu langkah sistematis dengan melibatkan semua pihak” lanjutnya.

Membendung idelogi radikal di era sekarang, imbuh Kapolri Tito, sangat sulit. Pasalnya, teroris juga menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi terkait cara berkoordinasi, melakukan serangan, mempelajari target, merakit bom, dan paham – paham radikal.

“Jadi kami mohon kepada kepala daerah untuk mengumpulkan semua stakeholder terkait untuk berembug dan menemukan cara menangani ideologi ini. Dan juga kita kerahkan relawan – relawan dan para pasukan cyber untuk membendung tersebarnya info radikalisasi lewat dunia maya” imbuhnya.

Kapolri Tito juga mengimbau untuk diaktifkannya Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB). Pertimbangannya, forum tersebut bisa masuk di semua lini. Selain itu, juga agar mengaktifkan kembali tiga pilar di tingkat terbawah (desa) untuk memperkuat deteksi dini. Tiga pilar tersebut adalah kepala desa yang mewakili unsur pemerintah, babinsa (TNI), dan babinkamtibmas (polisi).

“Ini momentum untuk membangun kembali kekuatan mulai dari tingkat terbawah. Jika dilakukan siskamling, maka RT, dan RW kuat dan waspada. Tentunya, kasus terorisme keluarga seperti Dita Oepriyanto tidak akan terjadi lagi. Semoga Surabaya, Jatim, dan Indonesia tetap aman dan kuat” pungkasnya.

Diketahui turut Hadir dalam safari ramadhan ini, para anggota Forkompida, di tingkat provinsi, diantaranya, Kapolda Jatim, Irjen Pol Machfud Arifin, dan Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Arif Rahman. Juga, forkopimda tingkat Kota, seperti Walikota Surabaya, Tri Rismaharini, dan Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan. Hadir pula tokoh agama, pimpinan OPD di jajaran Pemprov Jatim, serta prajurit TNI – Polri. (Red)

Check Also

INI KLARIFIKASI ATAS VIRALNYA SISWA PAUD BERJUBAH, BERCADAR DENGAN REPLIKA SENJATA DI DADA

WAGATABERITA.COM-PROBOLINGGO. Viralnya foto anak – anak PAUD, berjubah, bercadar dan memakai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *