WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Pada kegiatan menjadi keynote speaker Sosialisasi Taman Teknologi Pertanian (TTP) Plus Gresik untuk meningkatkan Agribisnis Buah – Buahan di Jatim di Hotel Bumi Surabaya, Senin (30/07/2018).
Selain mengusul kan restrukturisasi terhadap Nilai Tukar Petani (NTP) Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo dalam kesempatan yang sama, juga meminta TTP Plus Gresik untuk tidak berpikir sebagai korporasi atau “corporate.” Artinya, meski TTP Plus adalah korporasi, tapi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan bersama bagi masyarakat disekitarnya.
“Corporate itu hukumnya satu, yakni efisiensi dan untung besar. Jadi saya usul, meski ini corporate, tapi jangan dijadikan seperti corporate. TTP Plus harus mengembangkan lingkungan dengan menyertakan masyarakat sekitar. Netesnya ke lingkungan atau trickle down effect itulah yang terpenting,” kata Pakde Karwo sapaan lekatnya.
Gubernur kelahiran Madiun ini mencontokan, salah satu upaya yang dapat dilakukan TTP Plus bagi lingkungan sekitar adalah melakukan standarisasi tanah milik masyarakat setempat dengan bibit, pupuk, dan melakukan pendampingan kepada masayrakat untuk menanam buah – buahan atau budidaya lainnya.
“Ini yang disebut kebersamaan didalam lingkungan, atau istilahnya peer. Jadi yang harus diangkat adalah peranan TTP Plus sebagai bapak angkat terhadap petani – petani,” ujarnya.
Ditambahkannya, di TTP Plus ini menjadi tempat implementasi penemuan di bidang pertanian, berskala pengembangan dan berwawasan agribisnis hulu – hilir. Beberapa kegiatannya diantaranya adalah penerapan teknologi pra produksi, produksi, panen, pasca panen, pengolahan output, dan pemasaran, sarana pembinaan dan pembelajaran untuk warga dan pengembangan kemitraan agribisnis dengan swasta.
“Plus – nya adalah di hulu – hilir, dan melatih SDM. Didalamnya ada sekolah pendidikan entrepreneurship di bidang agro, dimana pelatihan SDM melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan pihak swasta. Ini sejalan dengan konsep Jatim kedepan, dimana SDM menjadi kata kunci untuk memenangkan persaingan,” ujarnya.
Pada kesempatannya Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekdaprov Jatim, Fattah Jasin mengatakan, sosialisasi ini dihadiri sebanyak 300 undangan yang terdiri dari kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, Bupati/Walikota se – Jatim, Kepala Bappeda dan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten/Kota se – Jatim.
Hadir dalam kesempatan ini diantaranya, Bupati Gresik, Rektor Unesa, PT Polowijo Gosari, dan para narasumber diskusi panel, yakni Dr. Ir. Muhammad Syakir MS dari Balitbangtan Pusat, Prof. Nuhfil Hanani AR, MS (Rektor Unibraw), Dr. Drs. Sarwo Edhy, SP MM (Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura Kementan RI), dan Gunawan Soetopo (CEO Sabila Farm). (Red)
- BERTUJUAN MENGANGKAT PENDAPAT PETANI PAKDE KARWO USUL RESTRUKTURISASI NTP
- SERANGAN “ULAT GRAYAK” KE TANAMAN BAWANG MELUAS HINGGA 5 KECAMATAN
- DISERANG “ULAT GRAYAK” PETANI BAWANG MERAH KABUPATEN PROBOLINGGO GAGAL PANEN
- DALAM WAKTU DEKAT, PADI AKAN SEGERA DIPANEN SEBAGIAN PETANI DITRENGGALEK
- HASIL PERTANIAN PADI DI TRENGGALEK MENGALAMI SURPLUS HAMPIR 50%
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.