Minggu, 23 September 2018, 14:15
Home / NEWS / HASIL PERTANIAN PADI DI TRENGGALEK MENGALAMI SURPLUS HAMPIR 50%
Sektor Pertanian Di Kabupaten Trenggalek.

HASIL PERTANIAN PADI DI TRENGGALEK MENGALAMI SURPLUS HAMPIR 50%

WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Serangan hama wereng dan jamur yang menjadi momok para petani di kota Keripik Tempe, tak menjadi persoalan jumlah produksi padi. Terbukti, hingga saat ini produksi padi di Kabupaten Trenggalek mampu surplus ribuan ton.

Tercatat hingga akhir tahun 2017 kemarin, produksi padi yang dihasilkan oleh petani sekitar 117.266 ton beras.

Diketahui produksi beras di Kabupaten Trenggalek selama setahun terakhir mengalami surplus hingga 57.005 ton atau sekitar 48,7% dari total ketersediaan beras sebanyak 117.266 ton.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Trenggalek, Joko Surono. Pihaknya memastikan bahwa selama kurun waktu setahun terakhir, hasil panen petani dinilai masih cukup baik mengingat serangan hama hampir terjadi disetujui area persawahan.

“Selama setahun terakhir ini hasil panen petani di Kabupaten Trenggalek cukup baik. Meskipun serangan hama yang terjadi hampir melanda seluruh area persawahan. Namun para petani terbukti masih mampu mempertahankan hasil panennya dan mampu memasok kebutuhan beras sebanyak 60.260 ton,” terang Joko saat di ditemui di kantornya, Rabu (28/02/2018).

Diakui Joko, untuk menjaga serta meningkatkan hasil produksi pada tahun 2018, pihaknya akan mengimbau kepada para petani untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi ancaman hama. Sehingga adanya gejala serangan hama nantinya, para petani bisa segera berkoordinasi dengan penyuluh pertanian yang ada dilapangan untuk dilakukan pemberantasan.

Selain itu, para petani juga memiliki cara tersendiri dalam menghemat padi hasil panennya. Kebiasaan yang dilakukan ini membuat para petani tidak pernah kekurangan dalam memenuhi kebutuhan beras setiap harinya hingga musim panen berikutnya.

“Kebiasaan menghemat padi ini dilakukan para petani di Trenggalek dengan cara menyimpan padi tersebut ke dalam lumbung. Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan padi setiap hatinya, mereka hanya menjual atau menggiling sebagian kecil padi (gabah) menjadi beras,” ungkapnya.

Menurut keterangan masyarakat, padi atau gabah bisa disimpan lebih tahan lama ketimbang harus menyimpannya dalam bentuk padi yang sudah digiling atau menjadi beras.

Oleh karena itu, kebiasaan ini akhirnya membuat pemenuhan beras di Kabupaten Trenggalek dari tahun ke tahun mengalami surplus.

“Perlu diketahui bahwa lahan pertanian di Kabupaten Trenggalek ini tersebar diseluruh Kecamatan. Dengan luas area pertanian mencapai 31.361 hektare. Sedangkan dari puluhan ribu hektare lahan persawahan ini, yang terbiasa ada di Kecamatan Panggul, Munjungan dan Durenan,” pungkas Joko. (Ayu Mila Sari)

Check Also

PERHATIKAN JASA DAN PENGABDIAN PEGAWAI PADA NEGARA, PEMERINTAH SEGERA RAMPUNGKAN PPPK

WAGATABERITA.COM – JAKARTA. Pemerintah terus memberikan perhatian bagi kepentingan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *