Senin, 18 Juni 2018, 4:50
Home / PROPERTI / ARSITEKTUR / ANAK – ANAK OPO – OPO AKHIRNYA DIBUATKAN JEMBATAN GANTUNG
Plh Bupati Probolinggo, Selasa (27/02/2018). Sumber Foto : Zulkiflie

ANAK – ANAK OPO – OPO AKHIRNYA DIBUATKAN JEMBATAN GANTUNG

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Masyarakat dan anak – anak desa Opo – opo kecamatan Krejengan, kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, akhirnya bisa bernafas lega, setelah pemerintah daerah berencana membangunkan sebuah jembatan gantung, guna mempermudah akses warga menuju dusun sebrang.

Hal itu terlihat, Setelah Pelaksana harian Bupati Probolinggo, bersama Kepala Bappeda, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, dan Perumahan Rakyat, meninjau langsung kebantaran sungai Rondoningo, yang menjadi titik lokasi anak – anak dan warga menyebrangi sungai.

Rupa jembatan gantung sendiri, nantinya memiliki panjang 35 meter, dan lebar 1,6 meter. Serta, terbuat dari plat baja dengan tali seling baja. Sementara dalam pengerjaannya, pemerintah daerah menganggarkan dana sebesar Rp 800 juta.

“Jadi untuk proses pengerjaannya, akan dimulai pada Maret mendatang. Sementara, untuk targetnya jembatan gantung akan rampung pada 4 hingga 5 bulan kemudian,” terang Suparwiyono, PLH Bupati Probolinggo, Selasa (27/02/2018).

Lebih lanjut, Suparwiyono menjelaskan jika pemerintah daerah, sebetulnya jauh hari lalu telah menganggarkan dana pembangunan jembatan, penghubung dua dusun di desa Opo – opo. Akan tetapi, baru bisa direalisasikan pada tahun 2018.

Adanya rencana pembangunan jembatan gantung itupun, disambut warga dan anak – anak desa Opo – opo dengan perasaan senang. Seperti yang diungkapkan, Zainul Abidin asal dusun Gunung wurung.

Sungai Rondoningo, Selasa (27/02/2018). Sumber Foto : Zulkiflie

“Dengan adanya jembatan gantung nantinya, saya dan teman – temannya tak perlu lagi pergi ke sekolah dengan menyebrangi sungai, ya pastinya senanglah,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan anak – anak dusun Kedungmiri, terpaksa harus rela bertarung maut menerjang derasnya arus sungai, guna sampai di sekolah yang lokasinya berada di dusun gunung Wurung.

Di desa Opo – opo sendiri, setidaknya ada 200 jiwa yang sehari – harinya harus menyebrangi sungai, kala hendak pergi ke dusun sebrang. (Zulkiflie)

Check Also

JEMAAH ABOGE PROBOLINGGO SHOLAT IED DAN RAYAKAN LEBARAN SABTU PAGI

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Meski mayoritas umat islam telah merayakan lebaran

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *