Jumat, 21 September 2018, 12:59
Home / NEWS / HUKUM / PENGUSAHA TERNAMA PROBOLINGGO DIGUGAT PIHAK KOPERASI
Kuasa hukum pihak koperasi.

PENGUSAHA TERNAMA PROBOLINGGO DIGUGAT PIHAK KOPERASI

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Pengusaha ternama di Kota Probolinggo, Zulkifli Chalik bersama istrinya Ingrid Bergman digugat pihak Koperasi Mitra Perkasa, atas perkara piutang.

Gugatan itu dilayangkan, oleh Manager Koperasi Mitra Perkasa, Welly Soekarto, melalui kuasa hukumnya Putut Gunawarman, di Pengadilan Negeri Kota Probolinggo.

Melalui surat gugatan bernomor 37, yang didaftarkan ke Pengadilan Negeri Kota Probolinggo, Rabu siang (12/09/2018).

Berisi tuntutan, agar pihak tergugat mengembalikan piutang sebesar 146 Miliar, yang dipinjam pihak tergugat secara bertahap sejak tahun 2007 hingga 2015.

Kepada wartawan, Putut Gunawarman mengatakan, atas adanya piutang yang belum terbayarkan oleh pihak tergugat itu, pihak Koperasi Mitra Perkasa mengalami gangguan ‘Likuiditas’ perusahaan.

“Sementara peminjaman tergugat yang telah dihitung oleh managemen koperasi, ada sekitar 146 miliar lebih. Berikut pinjaman pokok, bunga, serta denda,” terang Putut.

“Tentunya harapan kami, melalui munculnya surat gugatan ini, pihak tergugat memenuhi tuntutan pihak koperasi. Meski demikian, klien kami tidak menutup kemungkinan melakukan musyawarah dengan pihak tergugat,” jelasnya.

Dihubungi via seluler, Zulkifli Chalik selaku pihak tergugat mengaku, menyerahkan sepenuhnya proses hukum terhadap pengadilan.

Zulkifli Chalik juga mempersilahkan, pihak pengadilan membuktikan gugatan perkara yang dilayangkan pihak Koperasi Mitra Perkasa.

Sementara saat disinggung ada tidaknya laporan balik, atas munculnya gugatan. Zulkifli mengaku, menunggu proses hukum pihak pengadilan.

Surat gugatan perkara perdata.

“Kita serahkan proses hukum, yang masih berjalan saja. Silahkan pihak pengadilan membuktikan,” kata Zulkifli.

Sebagai informasi, perkara gugatan tersebut muncul setelah Koperasi Mitra Perkasa, dilurug oleh puluhan nasabahnya pada Rabu lalu (29/08).

Aksi melurug terjadi, lantaran para nasabah merasa dibatasi dan kesulitan dalam mencairkan uang simpanannya, di Koperasi Mitra Perkasa.

Dan dijelaskan Welly Sukarto selaku manager koperasi Mitra Perkasa, jika pembatasan pencairan uang simpanan nasabah, diambil agar seluruh nasabah yang hendak mencairkan uang simpanannya di koperasi, sama – sama bisa memperoleh jatah pencairan uang.

Welly juga menjelaskan, sulitnya pencairan dana disebabkan masih banyaknya uang yang dipinjam nasabah dalam bentuk piutang yang ditaksir mencapai Rp 100 miliar. (Zulkiflie)

Check Also

KEKERINGAN POLISI SUPLAI AIR BERSIH GUNAKAN ‘WATER CANON’

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Dampak kekeringan yang terjadi hingga saat ini, menjadi atensi serius

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *