Sabtu, 5 September 2026, 19:16
Home / NEWS / HUKUM / CARI NAFKAH, JUSTRU TEWAS DITIKAM OTK
Kapolsek Poasia , Kombes Haerudin Saat Mengawal Korban Hafid Yang Akan Di Bawa Ulang Ke Raha, Kabupaten Muna Untuk Dikebumikan. Sumber Foto : Zainal Arifin Suyoto

CARI NAFKAH, JUSTRU TEWAS DITIKAM OTK

WAGATABERITA.COM – MUNA. Warga Kabupaten Muna, Khafid Sailong (35) , yang berdomisili di Jalan Sgoldaria, Kelurahan Raha II Kecamatan Katobu, beberapa tahun yang lalu tepatnya sekitar tiga tahun lamanya hijrah ke Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara untuk mencari pekerjaan. Di Kendari, Apit sapaan seharian Khafid Sailong, ia mendapatkan pekerjaan sebagai security di salah satu perguruan tinggi di Sultra yakni Securitty Universitas Terbuka (UT), hingga dapat memberikan nafkah keluarga kecilnya.

Entah nahas apa yang menimpahnya, hingga pada Sabtu (30/09/2017), Apit merenggang nyawa di Rumah Sakit Bahteramas Kendari. Berdasarkan informasi yang di himpun  wagataberita.com, Apit tewas ditikam oleh orang tak dikenal (OTK) di kisaran BTN Mahkota Hijau Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia Kota Kendari.

Kapolsek Poasia, Kombes Haerudin yang di konfirmasi membenarkan bahwa benar telah terjadi tindak pidana penganiayaan oleh OTK, hingga korban Apit tewas.

“Benar, pada hari sabtu tanggal 30 oktober 2017 sekitar jam 01 : 30 WITA dini hari, telah terjadi tindak pidana penganiayaan (penikaman) depan BTN Mahkota hijau Kelurahan Rahandouna Kecamatan Poasia Kota Kendari, Terhadap korban atas nama Khafid Sailon, asal Muna. Pekerjaan seorang Securitry UT, yang beralamatkan di Jalan PDAM KeluRahandouna kec. Poasia, yang  dilakukan oleh sekelompok pemuda yang identitasnya tidak diketahui,” terang orang nomor satu di Polsek Poasia itu melalui pesan WhatsAppnya.

Dari kejadian tersebut, perwira satu bunga di pundak itu menceritakan kronologis kejadian hingha korban tewas.

“Awalnya korban bersama empat orang temannya sementara mengendarai sepeda motor yang baru saja pulang dari pesta miras di rumah nanang di jl. jambu putih poasia. Dan dari keterangan saksi mereka minum berlima, dengan jenis minuman yang dikonsumsi yaitu 3 botol jenever dan tiga botol bir setelah itu mereka berencana pulang ke rumah masing –  masing. Namun dalam perjalanan dari arah simpang tiga polsek poasia menuju arah pasar andonuhu tiba – tiba, didepan puskesmas poasia melambung beberapa motor yang dikendarai oleh pelaku dan terjadilah teriakan dari pihak pelaku sehingga korban membalas teriakan pelaku dan berhenti didepan BTN mahkota hijau.  Akibat dari saling teriak itu, terjadilah perkelahian antara kedua kelompok bermotor yang mengakibatkan korban terkena tikaman pada bagian perut sebelah kiri sehingga ususnya keluar. Setelah korban terkena tikaman, korban berteriak kepada temannya bahwa saya kena tikaman sehingga lelaki econg langsung mengangkat korban dan membonceng untuk membawa kerumah sakit abunawas. Namun sekitar jam 03 : 00 WITA, korban tak tertolong lagi hingga meninggal dunia,”ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan saksi dalam kejadian tersebut. Diantaranya, teman minum korban bernama Jalil, Bahtiar, dan Rolan.

“Tindakan kepolisian mendatangi TKP mengarahkan korban ke rumah sakit , membuat permintaan visum, mengarahkan keluarga korban untuk membuat laporan, melakukan lidik terhadap pelaku,” tuturnya.

Jenazah korban saat ini telah dipulangkan ke kampung halamannya di kediamannya di Raha, untuk di kebumikan. (Zainal Arifin Suyoto/Halu)

Check Also

KONDISI PERADRI SETELAH DITINGGAL KETUM NYA

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Perhimpuan Advokat Republik Indonesia ( PERADRI ) merupakan salah satu organisasi advokat …