WAGATABERITA.COM – KONAWE SELATAN. Tak ada kata selain berucap syukur. Sainal (35), hanya bisa terdiam saat personil babin kamtibmas Polres Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menyambangi untuk membedah rumahnya yang terletak di kelurahan alangga kabupaten konawe selatan, minggu (29/10/2017).
Sejak tahun 2014, rumah yang di bangunnya sudah tidak layak huni lagi. Bangunan berukuran 4 x 6 yang di diaminya kerap membuatnya sibuk saat musin penghujan tiba.
Sainal, yang berprofesi pekerja serabut ini, nyaris tak mampu membiayai tiga orang anaknya, karena penghasilanya yang tidak menentu. Namun dengan fisik bugar yang dimilikinya mampu untuk bertahan hidup bersama keluarganya.
- HUT BHAYANGKARA 71 POLRESTABES BUKA BAKSOS GRATIS
- DAPAT PENGHARGAAN DARI WALIKOTA SURABAYA, INI RAHASIA KAPOLRESTABES JAGA KEAMANAN KOTA
- HUMAN ERROR PENYEBAB TERBANYAK KECELAKAAN SELAMA OPERASI RAMADNIYA SEMERU 2017
- HASIL OPERASI RAMADNIYA SEMERU 2017 : ANGKA LAKA LANTAS NAIK, KRIMINALITAS TURUN
- SIM CORNER DI SURABAYA DISERBU WARGA
Dengan penuh syukur, ayah tiga anak ini menyambut baik kehadiran puluhan personil babin kamtibmas Polres Konawe Selatan, untuk membenahi rumahnya.
“saya bersama keluarga sangat bersyukur Pak atas kehadiran Polisi, karena rumah saya bisa di bedah. Mana bisa saya bangun rumah seperti ini, kasian dengan penghasilanku yang hanya Rp 100 ribu perbulan. Pemerintah juga hanya datang minta foto copy ktp dan kartu keluarga dan menjanjikan bantuan, tapi tidak ada realisasi,” tutur Sainal dengan rasa haru.
Rumah Sainal terletak di Kelurahan Alangga, Kecamatan Andoolo, Konsel. Pembedahan atau rekonstruksi ulang rumah ini tidak lepas dari peran Brigadir Gul Bahar, Polisi Babin kamtibmas yang bertugas di wilayah tersebut.

Babin kamtibmas kelurahan alangga, kecamatan andoolo, Brigadir Gul Bahar, yang prihatin kehidupan Sainal saat melakukan pendataan rumah tidak layak huni daerah pendampingannya. Atas inisiatifnya dirinya langsung melaporkan keatasanya.
Sementara, Kasat binmas Polres Konawe Selatan, AKP Yusuf Tawang menambahkan, program tersebut merupakan aksi sosial yang di peruntukkan bagi masyarakat kurang mampu.
“awalnya, saya melakukan pendataan rumah tidak layak huni di daerah binaan saya. Melihat kondisi keluarga Sainal yang setiap musim penghujan di penuhi air disetiap badan rumahnya. Tidak hanya itu, rumah yang beralaskan tanah ini kerap membuat ke tiga anaknya sakit,” ucapnya.
Rumah petani berpenghasilan 100 ribu perbulan ini, dibangun dari dana hasil patungan personil Polres Konsel. Kapolres Konawe Selatan AKBP Hamka Mappaita mengatakan, total dana yang di sedekahkan anggota selama sebulan untuk membangun rumah Sainal kurang lebih Rp 20 juta.
Dana tersebut, dikumpulkan dari program sumbangan suka rela di Polres Konsel. Para personil menyisihkan sebagian riski yang dimilikinya untuk di sedekahkan kepada para pekerja serabut yang berpenghasilan 100 ribu perbulan.
“dana yang terkumpul bisa sampai Rp 200 ribu hingga Rp 700 ribu perharinya. Dana ini di gunakan untuk melakukan bedah rumah warga yang berpenghasilan di bawa Rp 200 ribu,” tutur Hamka.
Program aksi sosial ini, menjadi program berkelanjutan dengan target satu rumah dalam satu bulan secara door to door.
“kediaman bapak Sainal, merupakan rumah yang pertama di bedah. Program ini akan berkelanjutan, sehingga bulan depan kita akan lakukan lagi hal yang semacam ini,” ucap Hamka. (Erwin Rahmat Buhari)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.