WAGATABERITA.COM – TRENGGALEK. Polres Trenggalek gelar simulasi Sispam Kota dalam rangka menggapai Pemilihan Kepala Daerah serentak tahun 2018. Berbagai persiapan guna melakukan pengamanan pesta demokrasi sudah mulai dilakukan oleh jajaran aparat kepolisian resort Trenggalek.
Seperti halnya, melaksanakan simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) kota guna mempersiapkan kemampuan yang dimiliki anggota dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi masing – masing.
Dikonfirmasi usai pelaksanaan simulasi Sispam Kota, Kapolres Trenggalek AKBP Didit Bambang Wibowo mengatakan bahwa kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama dengan pihak Kodim 0806, Komisi Pemilihan Umum Daerah, Panwas dan Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek.
“Kali ini Polres Trenggalek bekerja sama dengan Kodim 0806, KPUD, Panwas dan Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek dalam rangka menunjukkan kesiapan anggota jelang Pilkada serentak tahun 2018,” ucapnya, Senin (29/01/2018).
Lebih lanjut, Kapolres menuturkan bahwa simulasi Sispamkota ini akan melibatkan ratusan personel Polres Trenggalek serta Polsek jajaran agar proses Pilkada berjalan aman dan kondusif.
Untuk jumlah anggota kepolisian yang dilibatkan sebanyak dua per tiga dari jumlah anggota yang ada di Kepolisian Resort Trenggalek yakni sekitar 400 personil. Ditambah dengan anggota TNI Kodim 0806 Trenggalek sebanyak 200 personil.

“Karena ada salah satu kandidat di Kabupaten Trenggalek yang maju dalam Pilgub 2018, akan kita lakukan koordinasi lanjutan dengan Polda Jatim untuk pengamanannya,” imbuhnya.
Diketahui ada sebanyak 1.209 Tempat Pemungutan Suara yang ada di Kabupaten Trenggalek. Dimana nantinya dalam masing – masing TPS ada sekelompok aparat keamanan gabungan yang ditugaskan demi menjaga kelancaran pemungutan suara.
Dijelaskan Didit, untuk pengamanan logistik Pemilu, pihaknya akan berkoordinasi dengan KPU setempat untuk memprioritaskan lokasi – lokasi yang rawan. Seperti rawan bencana, yang salah satunya terjadi di perbatasan Kampak – Munjungan.
“Kita akan terus melakukan koordinasi dengan pihak KPU untuk menyediakan pilihan A dan B dalam pendistribusian logistik Pemilu ke daerah – daerah rawan bencana. Jika tidak dimungkinkan melintasi jalur A, maka harus ada pilihan jalur lain demi tercapainya tujuan penempatan logistik tersebut,” pungkas Didit. (Ayu Mila Sari/Halu)
Wagata Berita wagata berita adalah website yang berisikan berita-berita terkini.