Minggu, 19 April 2026, 2:06
Home / PERTANIAN / PENGGILINGAN PADI BERHENTI PRODUKSI, HARGA BERAS MERANGKAK NAIK
Usaha Penggilingan Padi Di Probolinggo, Selasa (06/02/2018), Sumber Foto : Zulkiflie

PENGGILINGAN PADI BERHENTI PRODUKSI, HARGA BERAS MERANGKAK NAIK

WAGATABERITA.COM – PROBOLINGGO. Akibat pengaruh cuaca yang tidak menentu, membuat banyak petani di wilayah kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, beralih menanam Bawang ketimbang Padi. Hal itu berdampak pada usaha penggilingan Padi, yang mengalami penurunan produksi.

Penurunan produksi itu, seperti terlihat di usaha penggilingan padi, yang berlokasi di desa Banjar Sawah kecamatan Tegal Siwalan. Sejak beberapa Minggu terakhir, tempat penggilingan padi setempat, nyaris tidak ada aktivitas produksi.

Vakumnya aktivitas penggilingan, disebabkan oleh tidak adanya pasokan gabah kering dari petani. Kondisi tersebut, dianggap sangat tidak menguntungkan bagi pemilik usaha penggilingan padi.

Seperti yang diungkapkan, Rogo Mulyono selaku pemilik usaha penggilingan padi. Saat ini mesin penggiling padi kerap tak berproduksi, dan membuat banyak pekerjanya sering menganggur.

Rogo menjelaskan, biasanya dalam tiap memasuki musim panen padi, seperti bulan 2 saat ini, antrean petani yang akan melakukan penggilingan padi sudah mulai nampak. Dan kondisi tersebut, berbeda dengan saat ini, yang diketahui nyaris tidak ada petani yang hendak menggilingkan hasil panen padinya.

“Jadi biasanya memasuki musim panen padi, tempat penggilingan bisa melakukan produksi padi menjadi beras, hingga 20 Ton dalam sehari. Berbeda jauh dengan sekarang, yang hanya mampu menggiling padi sebanyak 1,5 Ton saja. Seminggu ya hanya 2 kali giling,” ungkapnya, Selasa (06/02/2018).

Sementara, selain penurunan produksi padi. Kondisi harga beras saat ini, mulai diresahkan oleh masyarakat, lantaran terpantau mulai mengalami kenaikan. Kenaikan harga beras, terjadi pada beras berkualitas medium, yang merupakan beras konsumsi masyarakat kelas menengah kebawah.

“Harga beras saat ini naik pak, biasanya dibawah Rp 10 ribu perkilogram, sekarang sudah naik Rp 12 ribu perkilogram. saya harap pemerintah segera mengambil langkah cepat, guna mengatasi masalah kenaikan harga beras, yang terus merangkak naik,” ungkap Sutaji, warga Banjar Sawah. (Zulkiflie/Halu)

Check Also

SOSIALISASI KOPI BER SNI UPAYA JATIM TINGKATKAN NILAI PETANI KOPI

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Memperingati Hari Kopi Nasional Rabu (11/03/2020) digelar Festival Kopi Ber – SNI