Jumat, 17 April 2026, 10:49
Home / KEDIRI / GUBERNUR KHOFIFAH MINTA PETANI KEDIRI KEMBANGKAN BUDIDAYA ANGGREK DAN MAWAR
Gubernur Jatim Khofifah saat berbicara dihadapan KTNA (Kontak Tani Nelayan ) di Gedung Sanggar Budaya Pare Kabupaten Kediri.

GUBERNUR KHOFIFAH MINTA PETANI KEDIRI KEMBANGKAN BUDIDAYA ANGGREK DAN MAWAR

WAGATABERITA.COM – KEDIRI. Peningkatan kesejahteraan petani di Kediri sangat diperhatikan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dengan melakukan upaya mengembangkan budidaya bunga anggrek dan mawar melalui transfer teknologi pertanian dari RRT yang telah maju atau advanced di bidang pertanian.

Saat lakukan audiensi dengan petani di Kabupaten Kediri yang bertempat di Sanggar Budaya Kecamatan Pare, Senin (18/03/2019) sore Gubernur Khofifah mengatakan, “Kita harus melakukan intensifikasi dan transfer teknologi pertanian dari negara yang sudah lebih advanced dari kita, sebab ekstensifikasi lahan agak susah di Jatim.”

Gubernur Khofifah menjelaskan, dirinya telah melakukan pembicaraan dan membuat kesepakatan dengan Dubes Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk melakukan transfer teknologi pertanian, khususnya budidaya anggrek dan mawar. Kesepakatan itu dihasilkan saat menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) RRT Xiao Qian, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, (12/03) lalu.

“Melalui teknologi tersebut, kita bisa menghasilkan mawar tanpa duri. Kemudian, kita juga bisa menentukan jenis warna dari mawar dan anggrek sesuka kita, mau warna hijau, merah, dan lainnya,” katanya sembari menambahkan, melalui teknologi tersebut, petani juga bisa memprediksi estimasi waktu mawar tersebut akan mekar, Sehingga, tidak ada mawar yang terbuang sia – sia.

Orang nomor satu di Jatim ini optimis transfer teknologi itu akan membantu meningkatkan kesejahteraan petani, terutama perempuan yang menjadi kepala keluarga kurang mampu. Sebab, budidaya anggrek dan mawar ini sangat bersahabat dengan kaum perempuan, alias friendly for women.

“Saya optimis dengan intervensi teknologi ini, mereka bisa tersenyum ceria, punya harapan peningkatan kesejahteraannya bisa lebih pasti,” ujarnya sembari menambahkan, saat ini budidaya anggrek di Kediri sedang dikembangkan, karena itu, dirinya telah meminta Bupati Kediri untuk menyiapkan lahan untuk dijadikan proyek percontohan transfer teknologi pertanian tersebut.

Gubernur Jatim Khofifah saat berbincang dengan KTNA (Kontak Tani Nelayan) di Gedung Sanggar Budaya Pare Kabupaten Kediri.

Melalui penerapan teknologi pertanian tersebut, imbuh Gubernur Khofifah, diharapkan dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan pedesaan di Jatim, yang saat ini masih berada di angka 15,2%. “Jadi teknologinya diintervensi, benihnya kami beri, kemudian pemupukan juga didampingi, dengan begitu penurunan kemiskinan pedesaan bisa dipercepat,” imbuhnya.

Rencana Gubernur Khofifah tersebut disambut baik oleh Bupati Kediri, Harianti Sutrisno. Menurutnya, rencana tersebut sangat tepat diterapkan di Kediri, sebab sebanyak 85% masyarakat Kediri berprofesi sebagai petani. Dirinya berharap, program dari Gubernur Khofifah dapat disinergikan dengan program miliknya.

“Contohnya tanaman padi, kita mendapat kesempatan untuk menanam padi sebanyak – banyaknya dengan bibit yang gratis,” ujarnya sembari menambahkan, dirinya juga siap mendorong pengembangan budidaya anggrek dan mawar. Sebab permintaan kedua jenis bunga tersebut sangat tinggi, khususnya permintaan dari kabupaten dan kota tetangga, seperti Batu dan Surabaya.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabuaten Kediri, Mustofa mengatakan, potensi pertanian di Kediri sangat besar, baik di bidang hortikultura, organik, peternakan, dan perikanan. Pihaknya juga siap mendukung kerjasama dengan Gubernur Khofifah. Adapun anggota KTNA di Kediri sangat banyak, mulai dari tingkat RT dan RW. (Red)

Check Also

P4S DIHARAP DIHARAP KEMBANGKAN PERTANIAN DENGAN MELIBATKAN KAUM MILENIAL

WAGATABERITA.COM – SURABAYA. Dunia pertanian saat ini tampaknya kurang diminati